Analisis pengelolaan keuangan daerah Kota Pontianak
JAAFAR, Jayan Tani, Dr. Indra Bastian, MBA
2005 | Tesis | S2 AkuntansiPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengelolaan dan derajat desentralisasi serta kemandirian keuangan daerah Kota Pontianak, dengan menggunakan rasio efektifitas untuk pendapatan daerah, rasio efisiensi untuk belanja daerah, dan mengukur pertumbuhan komponen pendapatan dan belanja daerah Kota Pontianak untuk desentraslisasi dan independensi keuangan daerah sesuai dengan yang disyaratkan dalam UU No.22 tahun 1999 tentang otonomi keuangan daerah. Disamping itu dilakukan pembandingan dengan 2 (dua) daerah lain yaitu Kota Ambon dan Kota Makasar. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa laporan APBD setelah perubahan dan realisasi APBD masing-masing kota pada tahun anggaran 2001/2002 sampai dengan 2003/2004 yang diperoleh dari Bagian Keuangan Sekretariat Daerah Kota Pontianak, Kota Ambon dan Kota Makasar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa realisasi pendapatan Kota Pontianak, walaupun efektif namun merupakan yang terendah di antara ketiga kota, realisasi belanja Kota Pontianak merupakan yang terbaik di antara ketiga kota tersebut walupun tidak efisien. Sedangkan dari pertumbuhan pendapatan dan belanja daerah dapat diharapkan suatu saat Kota Pontianak dapat mencapai derajat kemandirian keuangan.
The purposes of this research are to evaluate performance of Kota Pontianak government in term of income and expenditure realization compared to annual budget (APBD). Also, to evaluate the growth of each of expenditure and revenue sources, for examine Kota Pontianak’s fiscal independence degree, as well as conducted by UU No.22/1999. This research used secondary data consisted of Kota Pontianak, Kota Ambon, and Kota Makasar APBD documents and its realization for 2001/2002 to 2003/2004 periods. To support secondary data, primary data was obtained from interview relating to budget management. This study was conducted using single case study approach. Analysis was conducted using performance indicators of APBD consisted of variance analysis and proportion analysis of revenue and expenditure. The results of analysis showed that: The effectiveness of income realization of Pontianak City is the worst of the three Cities-even though it’s effective. The efficiency of expenditure realization of Pontianak City is the best of the three cities-even though it’s not efficient. And the growth of income and expenditure of Pontianak City showed that some day Pontianak City should independent in the term of fiscal.
Kata Kunci : Efektifitas pendapatan, efisiensi belanja, pertumbuhan, Income Effectiveness, Expenditure Efficiency, Income Growth