Laporkan Masalah

Pengaruh Pembenah Tanah dan Pupuk KCl terhadap Sifat Tanah dan Serapan K Bawang Merah di Entisol Bugel, Kulon Progo

Sulthon Isma Hanggoro Putra, Dr. Agr. Cahyo Wulandari, S.P., M.P.

2026 | Skripsi | ILMU TANAH

Entisol merupakan salah satu jenis tanah yang masih sering dimanfaatkan sebagai lahan pertanian. Hanya saja dengan karakteristiknya yang sangat rendah seperti KPK, C-Organik, serta NPK, menjadikan lahan tersebut termasuk dalam kategori marginal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh zeolit dan kalium humat dalam memperbaiki sifat tanah entisol, mengetahui pengaruh dari kombinasi antara zeolit, kalium humat, serta perbedaan dosis pupuk kalium terhadap pertumbuhan bawang merah. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca Fakultas Pertanian UGM (Mei 2026 – Juli 2026) menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan 11 perlakuan dan 4 ulangan (44 sampel), dengan kode perlakuan meliputi K0-, K0+, K100, Z100K50, Z100K100, H100K50, H100K100, Z50H50K50, Z50H50K100, Z100H100K50, serta Z100H100K100. Keterangan dari kode perlakuan antara lain Z100 = zeolit 10 kg/ha (100%), H100 = Kalium Humat 10 kg/ha (100%), K100 = KCl 185 kg/ha (100%). Terkait dengan pupuk NPK dan pupuk kandang menggunakan pupuk dasar berupa Urea 185 kg/ha, ZA 225 kg/ha, TSP 204 kg/ha, KCl 185 kg/ha, pupuk kandang 2 ton/ha, arang sekam 1 ton/ha, dan nano-Si 3 kg/ha. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan zeolit 100% + kalium humat 100% + KCl 100% (Z100H100K100) mampu meningkatkan KPK tanah akhir sebesar 62,2?ri nilai 0,89 cmol(+)/kg menjadi 1,43 cmol(+). Sementara itu, kombinasi zeolit 100% + kalium humat 100% + KCl 50% (Z100H100K50) menunjukkan nilai kimia jaringan tertinggi dari sebagian besar parameter yang menunjukkan pengaruh nyata dalam penyerapan unsur hara K yang lebih efisien.

Entisols are a type of soil frequently utilized for agricultural purposes. However, due to their poor characteristics—such as low Cation Exchange Capacity (CEC), low organic carbon (C-organic) content, and low NPK levels—these soils are classified as marginal. This study aims to examine the effects of zeolite and potassium humate on improving the properties of Entisol, as well as the impact of combining zeolite and potassium humate—alongside varying dosages of potassium fertilizer—on the growth of shallots. The research was conducted in a greenhouse at the Faculty of Agriculture, UGM (May 2026 – July 2026), using a non-factorial Completely Randomized Design (CRD) with 11 treatments and 4 replications (totaling 44 samples). The treatment codes are as follows: K0-, K0+, K100, Z100K50, Z100K100, H100K50, H100K100, Z50H50K50, Z50H50K100, Z100H100K50, and Z100H100K100. The codes correspond to the following: Z100 = 10 kg/ha of zeolite (100%), H100 = 10 kg/ha of potassium humate (100%), and K100 = 185 kg/ha of KCl (100%). Regarding NPK and organic amendments, the study employed a basal application consisting of 185 kg/ha of Urea, 225 kg/ha of ZA, 204 kg/ha of TSP, 185 kg/ha of KCl, 2 tons/ha of manure, 1 ton/ha of rice husk charcoal, and 3 kg/ha of nano-Si. The results indicate that the treatment consisting of 100% zeolite + 100% potassium humate + 100% KCl (Z100H100K100) increased the final soil cation exchange capacity (CEC) by 62.2%, from 0.89 cmol(+)/kg to 1.43 cmol(+)/kg. Meanwhile, the combination of 100% zeolite + 100% potassium humate + 50% KCl (Z100H100K50) yielded the highest tissue chemical values for most parameters, demonstrating a significant effect on more efficient potassium (K) nutrient uptake.

Kata Kunci : zeolit, kalium humat, ketersediaan kalium, penyerapan kalium, bawang merah, Entisol pasir pantai

  1. S1-2026-497319-abstract.pdf  
  2. S1-2026-497319-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-497319-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-497319-title.pdf