Struktur Perekonomian dan Subsektor Unggulan Pertanian dalam Mendukung Pembangunan Pertanian Provinsi Jawa Tengah
Septiara Wahyu Nurhidayah, Arini Wahyu Utami, M.Sc., Ph.D.; Sugiyarto, S.P., M.Sc.
2026 | Skripsi | SOS.EK. PERTANIAN (AGROBISNIS)
Pembangunan pertanian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan ekonomi wilayah karena sektor pertanian berperan dalam menyediakan bahan baku industri, tenaga kerja, dan menopang pertumbuhan PDRB. Namun, di Provinsi Jawa Tengah kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB terus menurun dari 15,98% (2010) menjadi 11,50% (2024) dengan rata-rata laju petumbuhan terendah di antara lima sektor utama, yaitu sebesar 2,11% per tahun. Penelitian ini bertujuan untuk (1) membandingkan subsektor pertanian unggulan di Provinsi Jawa Tengah pada periode perencanaan pembangunan 2013-2018 dan 2018-2023, (2) membandingkan perubahan struktur perekonomian sektor dan subsektor pertanian pada kedua periode tersebut, dan (3) mengkaji perkembangan pembangunan pertanian serta keterkaitannya dengan arah kebijakan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan data sekunder PDRB Provinsi Jawa Tengah dan PDB Indonesia atas dasar harga konstan yang dianalisis dengan Location Quotient (LQ), Dynamic Location Quotient (DLQ), dan shift share yang kemudian dianalisis secara deskriptif terhadap dokumen RPJMD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor pertanian merupakan sektor basis tetapi tidak prospektif pada kedua periode perencanaan pembangunan dengan subsektor unggulan yaitu subsektor tanaman pangan, tanaman hortikultura, peternakan, dan jasa pertanian dan perburuan. Analisis shift share memperlihatkan bahwa pertumbuhan sektor dan subsektor pertanian didominasi oleh komponen pertumbuhan nasional yang positif sedangkan bauran industri dan pergeseran proporisonal umumnya negatif sehingga menghasilkan pergeseran besih yang hampir seluruhnya positif. Arah kebijakan pembangunan pertanian dalam RPJMD bergeser dari penekanan pada produksi menuju nilai tambah dan kesejahteraan petani, tetapi keterkaitannya dengan kinerja aktual masih bersifat parsial. Respon positif ditunjukkan oleh subsektor tanaman hortikultura dan perikanan sementara subsektor lain masih menunjukkan kesenjangan antara target dan kebijakan dan kenyataan.
Agricultural development is an integral part of regional economic development because the agricultural sector supplies raw materials for industry, labor, and supports the growth of GDRP. However, in Central Java Province, the agricultural sector’s contribution to GDRP has continued to decline from 15.98% (2010) to 11.50% (2024), with the lowest average growth rate among the five main sectors at 2.11% per year. This study aims to (1) compare the leading agricultural subsectors in Central Java Province across the development planning periods of 2013-2018 and 2018-2023, (2) compare changes in the economic structure of the agricultural sector and its subsectors across the two periods, and (3) examine agricultural development and its alignment with the policy direction in the Regional Medium-Term Development Plan (RPJMD) of Central Java Province. This study used secondary data of Central Java GDRP and Indonesia GDP at constant prices, analyzed using Location Quotient (LQ), Dynamic Location Quotient (DLQ), and shift share, followed by a descriptive analysis of the RPJMD documents. The results show that the agricultural sector is a basic sector but not prospective in both development planning periods, with food crops, horticulture, livestock, and agricultural services and hunting as the leading subsectors. The shift share analysis reveals that growth in the agricultural sector and its subsectors was dominated by a positive national share, while the industrial mix and proportional shift was generally negative, resulting in a net shift that was positive for almost all subsectors. The agricultural development policy in the RPJMD shifted from an emphasis on production toward value added and farmer welfare, but its alignment with actual performance remains partial. Horticulture and fisheries showed a positive response, while the other subsectors still show gaps between policy targets and actual conditions.
Kata Kunci : subsektor basis, shift share, struktur ekonomi, pembangunan pertanian