Laporkan Masalah

Pengaruh desentralisasi fiskal terhadap ukuran (Size) Pemerintah Daerah pada kondisi Fiscal Stress :: Kasus pada Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di Jawa Tengah

HARIMURTI, Yohanes, Prof.Dr. Abdul Halim, MBA

2005 | Tesis | S2 Akuntansi

Penelitian ini mempunyai dua tujuan utama. Pertama, berusaha memberikan bukti empiris mengenai pengaruh kondisi fiscal stress terhadap hubungan antara desentralisasi fiskal dan ukuran pemerintah daerah. Kedua, menganalisis apakah terdapat beda ukuran pemerintah daerah, sebelum dan sesudah pelaksanaan Undangundang No. 22 dan Undang-Undang No.25 tahun 1999. Terdapat 35 Kabupaten dan Kota yang diteliti. Analisis dilakukan terhadap realisasi APBD selama periode 1998/1999 sampai dengan 2003 yang meliputi Pendapatan Asli Daerah, Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak, Belanja Daerah dan Upaya Pajak yang dilakukan daerah. Hipotesis diuji dengan alat statistik moderated multiple regression dan paired sample test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi fiscal stress mempengaruhi hubungan desentralisasi fiskal dengan ukuran pemerintah daerah secara berbeda-beda. Pada PAD, membuktikan kondisi fiscal stress memperlemah hubungan PAD terhadap ukuran pemerintah daerah. Sementara itu, pada BHP, pada kondisi fiscal stress justru hubungan BHP terhadap ukuran pemerintah daerah adalah kuat. Sedangkan BHBP tidak mempengaruhi ukuran pemerintah daerah. Penelitian ini tidak berhasil membuktikan adanya perbedaan ukuran pemerintah daerah sebelum dan sesudah diterapkannya Undang-undang No. 22 dan No. 25 tahun 1999. Pertumbuhan size sebelum dan sesudah implementasi Undang-undang tahun 1999 ternyata tidak berbeda secara statistik. Hal ini berarti pelimpahan wewenang dari pusat ke daerah sesuai asas desentralisasi sesungguhnya tidak memberikan dampak berarti terhadap kapasitas daerah dalam melakukan pelayanan kepada publik, kenaikan size pemerintah daerah bukanlah disebabkan Undang-undang tahun 1999.

This research has two aims. First, to give empirical evidence about the effect of fiscal stress condition –caused by Local Autonomy Act 1999- to the relation between fiscal decentralization and local government size. Second, It’s attempt to show about the difference of local government size before and after the implementation of Local Autonomy Act 1999. There are 35 Local Government as the research object. The analysis have made to the realization of local budget during 1998/1999 until 2003, that’s include original local revenue, tax sharing revenue, non tax sharing revenue, government spending and tax effort. Moderated multiple regression and paired sample test have implemented in this research. The research finding show that fiscal stress condition influence the relation between fiscal decentralization and local government size in different manner. In condition of fiscal stress, the relation between original local revenue and local government size become weak. On the contrary, the relation between tax sharing revenue and local government size become strongly. However, non tax sharing revenue was not influence to local government size. This research fail to give evidence that there aren’t difference about the size of local government before and after the implementation of local autonomy act 1999. The growth of local government spending are not statistically different. Authority sharing from central government to local government was not influential to public service capacity.

Kata Kunci : Desentralisasi Fiskal,Ukuran Sektor Publik,Fiscal Stress, Fiscal Decentralization, Local Government Size, Fiscal Stress


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.