Analisis Distribusi Spasial Nama Kampung serta Keterkaitannya dengan Bentanglahan di Kota Magelang
Firlly Azzahra Permata Hati, Dr. Ari Cahyono, S.Si., M.Sc.
2026 | Skripsi | KARTOGRAFI DAN PENGINDRAAN JAUH
Nama geografis merupakan suatu identitas yang termasuk ke dalam bagian informasi geospasial dasar. Nama geografis menjadi suatu hal yang penting dalam mengenal bentangalam dan bentang budaya. Nama geografis, khususnya nama kampung, tidak hanya berfungsi sebagai identitas suatu tempat, tetapi juga dapat merepresentasikan karakteristik lingkungan dan interaksi masyarakat dengan wilayahnya. Penelitian ini bertujuan menyusun basisdata nama kampung, menganalisis karakteristik dan pola distribusi spasial, serta mengkaji keterkaitannya dengan bentanglahan di Kota Magelang. Basisdata mencakup 107 nama kampung berdasarkan batas administrasi RW yang dilengkapi informasi arti nama, motif pemberian nama, dan unsur geografis. Berdasarkan motif pemberian nama, terdapat kategori asosiatif sebanyak 50 kampung, deskriptif 25 kampung, eponim 14 kampung, dan linguistik 13 kampung. Berdasarkan unsur geografis, terdapat unsur biologis sebanyak 20 kampung, hidrografi 18 kampung, budaya 55 kampung, dan morfologi 9 kampung.
Penelitian ini dilakukan analisis kepadatan dan pola distribusi dengan menggunakan analisis Kernel Density Estimation (KDE) serta Average Nearest Neighbor (ANN). Analisis Kernel Density Estimation (KDE) menunjukkan konsentrasi nama kampung secara umum lebih tinggi di wilayah tengah Kota Magelang, dengan variasi konsentrasi pada setiap kategori. Analisis Average Nearest Neighbor (ANN) menunjukkan pola distribusi yang berbeda berdasarkan motif pemberian nama dan unsur geografis. Secara keseluruhan, nama kampung memiliki pola menyebar secara signifikan. Selain itu, penelitian ini juga dilakukan analisis keterkaitan dengan bentanglahan yang tercermin dari arti nama kampung yang telah dianalisis secara kebahasaan. eterkaitan dengan bentanglahan tercermin melalui unsur biologis, hidrografi, morfologi, dan budaya yang terdapat dalam pembentukan nama kampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nama kampung dapat merepresentasikan karakteristik lingkungan, pemanfaatan ruang, dan aktivitas masyarakat, serta merekam hubungan masyarakat dengan bentanglahan dari waktu ke waktu.
Geographical names are an integral part of fundamental geospatial information and serve as important identifiers for understanding both natural and cultural landscapes. Geographical names, particularly kampung (neighborhood) names, function not only as place identifiers but also as representations of environmental characteristics and the interactions between communities and their surrounding areas. This study aims to develop a database of kampung names, analyze their characteristics and spatial distribution patterns, and examine their relationships with the landscape in Magelang City. The database comprises 107 kampung names based on Rukun Warga (RW) administrative boundaries and includes information on name meanings, naming motivations, and geographical elements. Based on naming motivations, the kampung names are classified into four categories: associative (50 kampung), descriptive (25 kampung), eponymous (14 kampung), and linguistic (13 kampung). Based on geographical elements, the names are classified into four categories: biological (20 kampung), hydrographic (18 kampung), cultural (55 kampung), and morphological (9 kampung).
Spatial density and distribution patterns were analyzed using Kernel Density Estimation (KDE) and Average Nearest Neighbor (ANN). The KDE results indicate that kampung names are generally more concentrated in the central area of Magelang City, although the concentration patterns vary across categories. The ANN results reveal different spatial distribution patterns according to naming motivations and geographical elements. Overall, kampung names exhibit a statistically significant dispersed distribution pattern. Furthermore, this study examines the relationships between kampung names and the landscape based on the linguistic analysis of their meanings. These relationships are reflected in the biological, hydrographic, morphological, and cultural elements incorporated into the formation of kampung names. The findings indicate that kampung names can represent environmental characteristics, land use, and community activities, while also documenting the relationships between communities and the landscape over time.
Kata Kunci : nama geografis, basisdata, bentanglahan, kampung, Kota Magelang, klasifikasi nama geografis, motif pemberian nama geografis, Kernel Density Estimation (KDE), Average Nearest Neighbor (ANN)