Laporkan Masalah

Integrasi Data Spasial untuk Pemodelan Tsunami dan Perencanaan Evakuasi di Pesisir Desa Tambakmulyo, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen

Yudha Firmansyah, Dr. Taufik Hery Purwanto, S.Si., M.Si.

2026 | Skripsi | KARTOGRAFI DAN PENGINDRAAN JAUH

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat potensi terdampak gempa megathrust yang memicu tsunami, terutama pada wilayah pesisir selatan Jawa yang berhadapan langsung dengan zona subduksi, termasuk Desa Tambakmulyo, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen. Sebagai upaya mitigasi, penelitian ini bertujuan untuk merencanakan evakuasi berdasarkan pemodelan tsunami dengan mengintegrasikan data spasial multiskala dan multiresolusi. Simulasi penjalaran tsunami dari sumber gempa menggunakan COMCOT v 1.7 dengan mengintegrasikan data GEBCO, BATNAS, dan DEMNAS, sedangkan simulasi genangan di daratan menggunakan metode Berryman dengan integrasi data kemiringan lereng dan kekasaran permukaan hasil ekstraksi DTM dan ortofoto beresolusi tinggi dari akuisisi UAV. Hasil simulasi genangan digunakan sebagai dasar penentuan tempat evakuasi dan rute evakuasi menggunakan metode closest facility. Uji akurasi geometrik menghasilkan nilai CE90 sebesar 0,134 m yang memenuhi standar ketelitian peta dasar skala 1: 1000 kelas 1 dan LE90 sebesar 0,297 m yang memenuhi standar ketelitian peta dasar skala 1:1.000 kelas 2. Simulasi penjalaran menghasilkan run-up maksimum 14,6 m dengan waktu tiba 50 menit. Luas genangan di daratan mencapai 412,05 ha atau 74?ri wilayah penelitian yang terbagi ke dalam zona bahaya rendah seluas 67,75 Ha, zona sedang seluas 56,88 Ha, dan zona tinggi seluas 287,42 Ha serta jangkauan maksimum 2 km dari garis pantai. Perencanaan evakuasi menghasilkan 9 rute dan 8 tempat evakuasi dengan waktu tempuh 9–20 menit menggunakan motor dan 23–60 menit berjalan kaki. Rute berjalan kaki tergolong kritis karena sebagian melebihi waktu evakuasi efektif 38 menit.

Indonesia is vulnerable to megathrust earthquakes that may trigger tsunamis, particularly along the southern coast of Java, which faces an active subduction zone. One of the potentially affected areas is Tambakmulyo Village, Puring Subdistrict, Kebumen Regency. As a disaster mitigation, this study aims to develop a tsunami evacuation plan based on tsunami modeling through the integration of multiscale and multiresolution spatial data. Tsunami propagation was simulated using COMCOT version 1.7 by integrating GEBCO, BATNAS, and DEMNAS. Meanwhile, inland tsunami inundation was modeled using the Berryman method, incorporating slope and surface roughness data derived from a high-resolution DTM and orthophoto generated from UAV imagery. The resulting inundation model was used as the basis for determining evacuation sites and routes using the closest facility method. The geometric accuracy assessment yielded a CE90 of 0.134 m, meeting the Class 1 accuracy standard for 1:1.000-scale base maps, and a LE90 of 0.297 m, meeting the Class 2 accuracy standard for 1:1.000-scale base maps. The tsunami propagation simulation produced a maximum run-up height of 14,6 m, with a wave arrival time of 50 minutes. The inland inundation area covered 412,05 ha, equivalent to 74% of the study area. The inundated area was classified into low-, moderate-, and high-hazard zones, covering 67,75 ha, 56,88 ha, and 287,42 ha, respectively. The maximum inland inundation extent reached 2 km from the coastline. The evacuation plan comprised nine evacuation routes and eight evacuation sites, with estimated travel times of 9–20 minutes by motorcycle and 23–60 minutes on foot. Walking evacuation routes were identified as critical because some exceeded the effective evacuation time of 38 minutes.

Kata Kunci : Penginderaan Jauh, SIG, DTM, UAV, COMCOT, Megathrust, Berryman, Mitigasi Bencana, Evakuasi Tsunami

  1. S1-2026-503010-abstract.pdf  
  2. S1-2026-503010-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-503010-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-503010-title.pdf