Pemetaan kesesuaian lahan untuk tanaman perkebunan studi kasus untuk tanaman teh, coklat dan karet di sebagian kabupaten Karanganyar
Jati Indria Sari, Drs. Sudaryatno, M.Si.
2004 | Tugas Akhir | D3 PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI SVPenelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat kesesuaian lahan unutk tanaman perkebunan yang meliputi teh, coklat dan karet. Penelitian ini menggunakan metode matching yaitu pembandingan antara karakteristik lahan dengan persyaratan tumbuh tanaman teh, karet dan coklat. Variable-variabel yang digunakan dalam penentuan kelas kesesuaian lahan meliputi, kemiringan lereng, curah hujan, temperatur, drainase tanah, tekstur tanah, kedalaman efektif tanah, genangan, erosi. Variabel yang digunakan diperoleh melalui data penginderaan jauh maupun data lain tanpa pengukuran langsung dilapangan, yang semuanya diperoleh dari data pokok wilayah Kabupaten Karanganyar. Variabel-variabel yang diperoleh dari penginderaan jauh meliputi drainase, tekstur tanah, erosi. Penentuan kelas kesesuaian lahan diambil dengan mempertimbangkan tingkat kesesuaian lahan yang paling rendah. Kelas kesesuaian lahan terdiri dari lima kelas yaitu S1 (sangat sesuai), S2 (cukup sesuai), S3 (sesuai marginal), NI (tidak sesuai pada saat ini), N2 (tidak sesuai selamanya). Hasil penelitian disajikan dalam bentuk peta. Dari hasil penelitian, tingkat kesesuaian lahan untuk tanman teh, coklat, dan karet tergolong dalam empat kelas yang meliputi S2 (cukup sesuai), S3 (sesuai marginal), NI (tidak sesuai pada saat ini), N2 (tidak sesuai selamanya). Pada daerah penelitian cukup sesuai untuk tanaman teh sebesar 20,89%, tanaman coklat sebesar 16%, tanaman karet sebesar 3,55%
-
Kata Kunci : Kesesuaian lahan, tanaman perkebunan