PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI MELALUI PROGRAM EXCELLENT FUTURE: CAGE-FREE EGGS OLEH HOTEL GARRYA BIANTI DI KAPANEWON SLEMAN KABUPATEN SLEMAN
Athii'ul Amiinatul Mabruuroh, Ratih Ineke Wati, S.P., M.Agr., Ph.D.
2026 | Skripsi | PENYULUHAN & KOMUNIKASI PERTANIAN
Pemberdayaan perempuan dalam kelompok pertanian penting untuk memperkuat kapasitas dan kemandiriannya dalam mengelola kegiatan ekonomi produktif. Meskipun demikian, pelaksanaan program pemberdayaan belum tentu diikuti oleh tercapainya tingkat pemberdayaan yang optimal karena hasilnya dapat berkaitan dengan karakteristik individu maupun dukungan dari pihak-pihak yang terlibat. Diperlukan evaluasi terhadap tingkat pemberdayaan anggota KWT serta faktor-faktor yang memengaruhinya agar dapat menjadi acuan bagi pengembangan program pemberdayaan yang lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui tingkat pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) melalui program Excellent Future: Cage-Free Eggs oleh Hotel Garrya Bianti dan (2) mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi tingkat pemberdayaan KWT. Metode dasar yang digunakan adalah metode deskriptif dan pendekatan kuantitatif. Pengambilan responden dilakukan menggunakan metode sensus terhadap anggota KWT yang menjadi sasaran program di Kapanewon Sleman, Kabupaten Sleman. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner, observasi, dan studi pustaka. Data dianalisis menggunakan uji proporsi untuk mengetahui tingkat pemberdayaan KWT dan analisis regresi linear berganda dengan metode backward untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi tingkat pemberdayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil anggota KWT yang memiliki tingkat pemberdayaan dalam kategori tinggi. Di sisi lain ditemukan bahwa tingkat pendidikan, motivasi, dan peran penyuluh berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat pemberdayaan KWT. Sementara itu, usia, peran ketua KWT, peran mitra pendamping, dan peran perguruan tinggi tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pembelajaran dalam KWT berdasarkan tingkat pendidikan, penguatan motivasi anggota, dan optimalisasi peran penyuluh perlu menjadi perhatian dalam pengembangan program pemberdayaan KWT yang lebih efektif dan berkelanjutan.
The empowerment of women in farming groups is crucial for strengthening their capacity and self-reliance in managing productive economic activities. However, the implementation of empowerment programs does not necessarily lead to optimal levels of empowerment, as the outcomes may depend on individual characteristics as well as support from the parties involved. An evaluation of the empowerment levels of the Women Farmers’ Group members and the factors influencing them is needed to serve as a reference for developing more effective empowerment programs. This study aims to (1) determine the level of empowerment of the Women Farmers’ Group (KWT) through the “Excellent Future: Cage-Free Eggs” program by Hotel Garrya Bianti and (2) identify the factors influencing the KWT’s level of empowerment. The primary methods used were descriptive analysis and a quantitative approach. Respondents were selected using a census method among KWT members targeted by the program in Kapanewon Sleman, Sleman Regency. Data were collected through interviews using a questionnaire, observations, and a literature review. The data were analyzed using a proportion test to determine the level of KWT empowerment and multiple linear regression analysis with the backward method to identify the factors influencing the level of empowerment. The results showed that only a small proportion of KWT members had a high level of empowerment. On the other hand, it was found that educational level, motivation, and the role of extension workers had a positive and significant effect on the KWT empowerment level. Meanwhile, age, the role of the KWT chairperson, the role of supporting partners, and the role of universities did not show a significant effect. These findings suggest that learning strategies within KWT groups based on educational level, strengthening member motivation, and optimizing the role of extension workers, should be prioritized in the development of more effective and sustainable KWT empowerment programs.
Kata Kunci : pemberdayaan perempuan, kelompok wanita tani, CSR, Pro-WEAI