Laporkan Masalah

Sifat Pulp Sulfat dan Kertas Kayu Bush Merah (Lophostemon suaveolens) Umur 4 Tahun pada Perbedaan Arah Aksial

Mutiara Khadijah, Prof. Dr. Ir. Ganis Lukmandaru, S.Hut., M.Agr., IPU; Dr. Ir. Arif Nirsatmanto, M.Sc

2026 | Skripsi | KEHUTANAN

Kayu bush merah (Lophostemon suaveolens) merupakan jenis kayu yang kurang dikenali di Indonesia yang berpotensi sebagai bahan baku alternatif pulp dan kertas. Kayu ini termasuk salah satu spesies yang dapat tumbuh di lahan gambut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh aksial pada proses pemasakan kraft serta derajat giling terhadap kualitas pulp dan sifat fisik kertas yang dihasilkan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan kayu bush merah dalam mengetahui pengaruh aksialnya (bagian pangkal dan ujung)  terhadap kualitas pulp dan sifat fisik kertas.

Penelitian ini menggunakan kayu bush merah berumur 4 tahun yang diambil dari lahan gambut PT. Arara Abadi sebanyak 3 individu pohon sebagai ulangan. Pemasakan pulp menggunakan proses sulfat dengan alkali aktif 20?n sulfiditas 25%, suhu maksimum 170°C, lama waktu pemasakan 2 jam di suhu maksimum, serta waktu penggilingan 0 menit, 10 menit, dan 20 menit. Parameter yang diuji yaitu sifat dasar kayu, sifat pulp, dan sifat fisik kertas. Pengolahan data dianalisis menggunakan uji T-test pada pengaruh aksial.

Hasil penelitian menunjukkan hasil yang berbeda nyata pada tebal dinding serat, bilangan Muhlsteph, nilai fleksibilitas, koefisien kekakuan, kadar ekstraktif, hemiselulosa, lignin, dan abu dimana bagian pangkal lebih tinggi dibandingkan bagian ujungnya, kecuali pada koefisien kekakuan, kadar hemiselulosa, dan lignin. Kisaran nilai yang diperoleh antara lain rendemen tersaring 49,01 – 51,02 %, bilangan kappa 10 – 20,5, nilai viskositas 8,28 – 14,61 cP, nilai retensi air 0,82 – 1,14%, nilai analisis termogavimetri 0,74 – 81,72%, nilai derajat giling 170 – 660 mL CSF, nilai indeks tarik 7,97 – 34,80 mN/g, nilai indeks retak 0,44 – 2,55 kPa m²/g, dan nilai indeks sobek 2,11 – 4,42 mN m²/g. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedudukan aksial berbeda nyata dengan rendemen tersaring dan indeks tarik pada waktu penggilingan 10 dan 20 menit. Nilai rendemen tersaring yang relatif tinggi dan kappa yang rendah memberikan potensi kayu bush merah menjadi bahan baku alternatif industri pulp dan kertas di Indonesia.

Bush merah wood (Lophostemon suaveolens) is a relatively unknown timber species in Indonesia that has potential as an alternative raw material for pulp and paper. This tree is one of the species capable of growing on peatlands. This study was conducted to determine the effect of axial direction on the kraft cooking process and the beating time on the quality of the pulp and the physical properties of the resulting paper. The results of this study are expected to enhance the utilization of bush merah wood by elucidating the effect of axial position (base and top parts) on pulp quality and the physical properties of the resulting paper.

This study used 4-year-old bush merah wood harvested from the planantion of PT. Arara Abadi, with 3 individual trees serving as replicates. Pulp cooking employed the sulfate process using 20?tive alkali and 25% sulfidity, with a maximum temperature of 170°C, a cooking time of 2 hours at maximum temperature, and beating times of 0 minutes, 10 minutes, and 20 minutes. The parameters tested included basic wood properties, pulp properties, and paper physical properties. Data analysis was performed using a T-test for axial effects.

The results of the study showed significant differences in cell wall thickness, Muhlsteph ratio, coefficient of flexibility, coefficient of rigidity, extractive content, hemicellulose, lignin, and ash content, with the base part exhibiting higher values than the top part, except for the coefficient of rigidity, hemicellulose content, and lignin content. The range of values obtained included a screened yield of 49.01 – 51.02%, a kappa number of 10 – 20.5, a viscosity value of 8.28 – 14.61 cP, a water retention value of 0.82 – 1.14%, a thermogravimetric analysis value of 0.74 – 81.72%, beating times of 170 – 660 mL CSF, tensile index of 7.97 – 34.80 mN/g, burst index of 0.44 – 2.55 kPa m²/g, and tear index of 2.11  – 4.42 mN m²/g. The analysis results indicate that the axial position differs significantly from the yield and tensile index at grinding times of 10 and 20 minutes. The relatively high yield and low kappa value suggest that bush merah wood has the potential to serve as an alternative raw material for the pulp and paper industry in Indonesia.


Kata Kunci : Lophostemon suaveolens, kedudukan aksial, derajat giling, rendemen pulp, sifat kertas

  1. S1-2026-481490-abstract.pdf  
  2. S1-2026-481490-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-481490-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-481490-title.pdf