Alternatif formula alokasi dana bantuan desa di Kabupaten Kulon Progo
ANDAYANI, Woro Kandini, Prof.Dr. Warsito Utomo
2005 | Tesis | S2 Administrasi NegaraFiscal Gab merupakan issu yang banyak terjadi di desa-desa yang disebabkan karena kurang seimbangnya kebutuhan fiscal desa dengan potensi penerimaan desa. Dengan bantuan keuangan dari pusat/daerah diharapkan dapat berfungsi untuk menutup Gab (kesenjangan) antara kebutuhan fiscal dan potensi fiscal yang ada di desa, dan untuk mengurangi kesenjangan yang ada antar desa yang disebabkan karena adanya perbedaan sumber daya manusia dan sumber daya alam. Oleh karena itu dalam mengalokasikan bantuan desa ini diperlukan suatu rumusan formula yang didasarkan pada kebutuhan fiscal dan potensi fiscal dari masing-masing desa. Penelitian ini dilakukan untuk mencari formula alokasi bantuan yang tepat bagi desa, disuaikan dengan kondisi dan karakteristik Kulon Progo sebagai lokasi penelitian, Dalam menganalisa data diarahkan untuk mengindentifikasi variabel dan indicator yang digunakan untuik menentukan alokasi bantuan masing-masing desa. Variabel yang digunakan untuk menyusun alternatif formula ini meliputi: 1) variabel kebutuhan keuangan desa (IKBD), dengan indicator : indeks jumlah penduduk, indeks jumlah penduduk miskin, indeks luas wilayah, indeks keterlibatan pelayanan publik, dan indeks keterjangkauan. 2) variabel kemampuan keuangan desa (IKD) dengan indicator indeks kas desa, 3)Variabel insentif dengan indicator indeks pelunasan PBB (Pajak Bumi Bangunan) dengan memperhatikan besarnya baku PBB. Dalam merumuskan formula ini digunakan pendekatan fiscal gab. Dengan menganalisis 6 (enam) rumusan alternatif yang diajukan, pemilihan alternatif terbaik dilakukan dengan menggunakan Franklin Method yaitu dengan cara menilai keunggulan dan kelemahan masing-masing alternatif, kemudian diseleksi berdasarkan kriteria yang ada. Hasil penelitian menunjukan bahwa rumusan alternatif formula yang terpilih untuk direkomendasikan sebagai Formula Alokasi Dana Bantuan Desa di Kabupaten Kulon Progo adalah Formula 6, yaitu : DAUDn = AM +(BDn).AV + AE Alternatif formula ini dianggap lebih baik dibandingkan alternatif lain dengan alasan : Dapat menciptakan pemerataan dan keadilan, Peranan alokasi variabel tinggi yaitu 63,75% dari total bantuan, Sesuai dengan keputusan politik dan harapan pemerintah desa, Peranan variabel insentif sangat jelas yaitu 10% dari total bantuan, dan aplikasi formula ini cukup mudah untuk diterapkan.
Fiscal Gab is an issue that occurred recently in some villages, caused by the imbalance of the villages’ fiscals and its acceptance potention. Financial supports from the government hopefully may cover the gab between villages’ fiscal needs and its potention. The financial supports also aimed to reduce the gab between the villages caused by the difference in human and natural resources. Therefore, in order to allocate these supports, there should be a formula, which is based on fiscal needs and potention from each village. The research is done to seek the right formula allocation for the village, adjusting the conditions and characteristics of Kulon Progo as the site of research. The data is analyzed by identifying the variable as well as the indicator, which are used to decide the supports allocation of each village. The variable to construct this alternative formula consists of: 1) variable of the financial needs (IKBD), with indicators: the sum of the people’s index, the sum of the poor people’s index, the index of the area, the index of public service involvement, and the index of availability. 2) The variable of financial capability (IKD) with its indicator is the index of villages’ wealth. 3) The intensive variable with its indicator is the payment of PBB )Pajak Bumi Bangunan) by showing the amount of PBB. The fiscal gab approach is used in formulating this. By analyzing six above alternative formulation, the best choice of alternative is done by use the Franklin Method, which is assessing the benefit and the weakness of each alternative. Then, they are selected based on available criteria. The result of the research shows that the chosen alternative to be recommended as an alternative formula for Villages’ allocation founds is: Formula 6: DAUDn = AM +(BDn). AV+AE. This alternative formula considered better than the other alternatives because it can create justice and equality; high variable of allocation which is 63,75% of the total supports, suitable with the political decision and the village’s officials wishes, the intensive variable which is 10% of the total supports, and this formula application is easy to apply.
Kata Kunci : Pembangunan Desa,Bantuan Desa,Fiscal Gab, support allocation formula, fiscal gab, alternative formula