Konflik Tenurial Masyarakat Desa Andongrejo dengan Balai Taman Nasional Meru Betiri
Faqih Ilyasa' Ats Tsaqafi, Dr. Ir. Tri Atmojo, S.Hut., M.T., IPU
2026 | Skripsi | KEHUTANAN
Terdapat 3.674 hektar luas kawasan yang terindikasi adanya konflik tenurial di kawasan Taman Nasional Meru Betiri, dengan 1.234 hektar berada pada Desa Andongrejo. Interaksi masyarakat yang telah berlangsung lama dengan kawasan hutan membentuk ketergantungan terhadap pemanfaatan sumber daya hutan. Kondisi tersebut menimbulkan perbedaan kepentingan antara masyarakat yang bergantung pada kawasan hutan sebagai sumber penghidupan dan pihak pengelola yang bertanggung jawab menjaga fungsi konservasi kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis konflik tenurial yang terjadi antara masyarakat Andongrejo dengan Balai Taman Nasional Meru Betiri, (2) Merumuskan strategi penyelesaian sebagai solusi permasalahan konflik tenuial di Taman Nasional Meru Betiri
Hasil penelitian menunjukan dinamika konflik tenurial telah berlangsung sejak tahun 1925 hingga sekarang. Konflik tenurial mencakup dua bentuk, yaitu pemanfaatan lahan pertanian dan pemanfaatan lahan pemukiman. Aktor yang terlibat dalam konflik meliputi petugas BTNMB, masyarakat Andongrejo, LSM (KAIL), dan beberapa anggota TNI. Konflik memberikan dampak terhadap aspek ekologi, sosial, dan ekonomi. Resolusi yang telah dilakukan meliputi pembentukan kemitraan konservasi dan perubahan zonasi. Rekomendasi strategi konflik dihasilkan dari analisis permasalahan dan proses FGD yang meliputi: (1) Pemberdayaan sumberdaya manusia pada masyarakat sekitar hutan, (2) Peningkatan sosialisasi, penyuluhan, dan pengawasan, serta (3) Revisi dan penguatan terhadap surat perjanjian kerja sama
There are 3,674 hectares of land indicated to be subject to tenurial conflict in the Meru Betiri National Park area, and 1,234 hectares are in Andongrejo Village. The long standing interaction between the community in the area and the forest has created a dependency regarding the utilization of forest resources. This condition has given rise to differences in interests between the community who depend on the forest area as a source of livelihood and the management who are tasked with maintaining the conservation function of the area. This study aims to: (1) Analyze the tenurial conflict that occurred between the Andongrejo community and the Meru Betiri National Park Office, (2) Formulate a resolution strategy as a solution to the tenurial conflict problem in Meru Betiri National Park.
Kata Kunci : Kemitraan Konservasi, Perubahan Zonasi, Pemberdayaan Masyarakat, Perjanjian Kerja Sama