Aplikasi Reinforced Concrete Jacketing Pada Sebagian Struktur Gedung Rumah Sakit
Keisya Dianingrat, Prof. Ir. Iman Satyarno, M.E., Ph.D. IPU.
2026 | Skripsi | TEKNIK SIPIL
Bangunan rumah sakit yang ditinjau
merupakan bangunan dengan struktur beton bertulang lima lantai yang dibangun pada
tahun 2010. Pembangunan struktur sempat terhenti sebelum dilanjutkan kembali pada
tahun 2020 dan diresmikan pada tahun yang sama. Kondisi struktur bangunan
tersebut menjadi dasar untuk meninjau kekakuan global dan kekuatan elemen
struktur, serta melakukan redesain parsial pada elemen yang belum memenuhi
persyaratan. Seiring dengan perkembangan dan pembaruan peraturan terkait
perencanaan struktur bangunan, diperlukan peninjauan kembali terhadap struktur
eksisting berdasarkan ketentuan yang berlaku. Analisis kekakuan global dan
kekuatan elemen selanjutnya digunakan sebagai dasar perencanaan redesain
parsial dengan pengaplikasian reinforced concrete (RC) jacketing
pada sebagian struktur rumah sakit.
Analisis seismik
struktur dilakukan menggunakan metode respons spektrum yang meliputi
pemeriksaan partisipasi massa, kombinasi ragam, gaya geser dasar, simpangan
antarlantai, ketidakberaturan struktur horizontal dan vertikal, serta pengaruh P-Delta.
Kekuatan elemen balok, kolom, dan dinding geser dianalisis berdasarkan rasio kebutuhan
terhadap kapasitas. Elemen yang belum memenuhi persyaratan kemudian dilakukan
redesain parsial menggunakan RC jacketing melalui penambahan dimensi
penampang dan tulangan, kemudian dianalisis kembali berdasarkan SNI 1726:2019
dan SNI 2847:2019.
Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur eksisting memiliki simpangan antarlantai arah memanjang yang belum memenuhi persyaratan, serta beberapa elemen balok dan kolom dengan kapasitas yang belum memenuhi persyaratan. Redesain parsial dilakukan dengan mengaplikasikan RC jacketing pada elemen balok B1, B1A, B2, B3A, RB1, RB2, dan RB3, serta kolom K2, K3, K4, dan K5. Setelah penerapan RC jacketing, terjadi perubahan kekakuan global struktur yang ditunjukkan oleh penurunan simpangan antarlantai arah memanjang hingga berada dalam batas yang ditetapkan. Selain itu, terjadi peningkatan kapasitas elemen yang diperkuat sehingga memenuhi ketentuan. Perubahan tersebut menunjukkan adanya peningkatan kekakuan global dan kekuatan elemen struktur setelah penerapan RC jacketing pada bangunan yang ditinjau.
The hospital building under review is a five-story
reinforced concrete building constructed in 2010. Construction of the structure
was temporarily halted before being resumed in 2020 and inaugurated in the same
year. The condition of the building structure provided the basis for reviewing
the global stiffness and strength of structural elements, as well as conducting
a partial redesign of elements that did not meet the requirements. Along with
the development and updating of regulations related to structural building
design, a reassessment of the existing structure based on the applicable
provisions is required. The analysis of global stiffness and element strength
was subsequently used as the basis for partial redesign through the application
of reinforced concrete (RC) jacketing to selected structural elements of the
hospital building.
The seismic analysis of the
structure was conducted using the response spectrum method, including checks of
mass participation, modal combination, base shear, interstory drift, horizontal
and vertical structural irregularities, and P-Delta effects. The strength of
beams, columns, and shear walls was analyzed based on the demand-to-capacity
ratio. Elements that did not meet the requirements were subsequently partially
redesigned using RC jacketing by increasing the cross-sectional dimensions and reinforcement,
followed by reanalysis based on SNI 1726:2019 and SNI 2847:2019.
The analysis results showed
that the existing structure had interstory drift in the longitudinal direction
that did not meet the requirements, as well as several beam and column elements
with insufficient capacity. Partial redesign was carried out by applying RC
jacketing to beams B1, B1A, B2, B3A, RB1, RB2, and RB3, as well as columns K2,
K3, K4, and K5. Following the application of RC jacketing, changes in the
global stiffness of the structure were observed, as indicated by a reduction in
interstory drift in the longitudinal direction to within the specified limits.
In addition, the capacity of the strengthened elements increased and satisfied
the requirements. These changes indicate an improvement in the global stiffness
and strength of the structural elements following the application of RC
jacketing to the reviewed building.
Kata Kunci : Redesain parsial, reinforced concrete jacketing, rumah sakit, SNI 1726:2019.