PENGARUH PERLAKUAN PANAS MULA TERHADAP SIFAT MEKANIS LOGAM LAS PADA BAHAN BAJA KARBON S45C
Yanuar Budi Ahyani, Dr. Ir. Subarmono, MT
2000 | Skripsi | S1 TEKNIK MESINBahan baja S45C dikategorikan dalam jenis baja karbon tinggi dan termasuk keåas baja keras. Baja ini mempunyai kekuatan luluh snpai dengan 46 kgffm2, denga1 kekuatan tarik berkisar antara 58 - 70 kg/rnm2 atau rata•rata 66 kg/mm2. Selain itu, sifat mekanis dari bahan ini txturut-turut dari perpanjangan dan kekerasan Brinellnya kurang bbih 26-14 dan 160 — 200. Adapun aplikasinya di bidang pengelasan, pahng banyak digunakan sambungan VErmesinan atau perkakas mesin prtanian (agricultural tools). Walaupun demikian, baja ini mempunyai sifat rnnpu las yang rendah sehingga sulit untuk dil*ukan vmgelasan karmn tinggi ini. Beberapa literatur menganjurkan agar dilakukan Panas awal (pre- heating) dilas untuk menægah terjadinya deformasi dan tegæigan sisa yang cukup besar, Pengelasan dilakukan dengan las busur listrik elektroda terbungkus DC Reverse Polarity. Besar yang digunakan : ± 35 A (35 x mm 91 A), Voltase yang dipakai : ± 30 V. Bentuk abur V : 600 dengan las akar. Sebelum dilas; epasang bahannya (coupn test) düakukan preheating 2500C. Sebagai xrnbanding, sepasang yang lain tkiak lakukan rprlakuan panas. Dal untuk menguatkan dda hasil penelitian dilakukan pengujian serupa terhaiap röN matenal. Sifat mekanis logarn las ditunß(kan Oleh kekuatan kekerasan dan Adapun struktur mikro logam las merupakan data penunjang dari basil penelitian. Hasil penelitian rnenunjukkan batwa panas mula selain tejadinya *ngan sisa dan deformasi juga rneningkatkan kekuatan tarü sebesar 24,6 % dan regangan 29,0 % relatif terhadap bahan serupa yang tidak dilakukan gMlakuan panas mula. Sebaliknya kekerasannya menjadi lebih kecu. Dengan kata lain sifat mekanis dari lænya menjzii Bebih baik.
-
Kata Kunci : PERLAKUAN PANAS