Perancangan Bendung Irigasi Sungai Grojogan Kabupaten Sleman
Leonando Anggakara Narendra Putra Hajar, Ir. Karlina, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM.
2026 | Skripsi | TEKNIK SIPIL
Pelayanan irigasi
pada daerah layanan seluas 42 ha di Sungai Grojogan, Kabupaten Sleman,
memerlukan bangunan yang dapat menaikkan muka air agar air dapat dialirkan
secara gravitasi menuju lahan pertanian. Permasalahan perancangan meliputi
pemenuhan kebutuhan air irigasi, penentuan dimensi bangunan sesuai kondisi
hidrologi dan hidraulika sungai, serta keamanan bendung. Perancangan ini bertujuan menentukan kebutuhan air
irigasi sawah, menganalisis ketersediaan debit sungai, merancang dimensi
bendung, serta mengevaluasi stabilitas dan keamanan bangunan.
Dalam perancangan ini, kebutuhan air irigasi dianalisis untuk daerah
layanan seluas 42 ha, sedangkan ketersediaan air dihitung menggunakan metode
F.J. Mock. Analisis debit banjir rancangan dilakukan menggunakan Hidrograf
Satuan Sintetis (HSS) Nakayasu dan HSS SCS. Hasil analisis hidrologi digunakan
sebagai dasar perancangan hidraulis yang meliputi mercu bulat, kolam olak tipe
MDO, bangunan pengambilan, bangunan pembilas, dan perlindungan hilir. Analisis
rembesan dilakukan menggunakan metode Lane, sedangkan stabilitas bangunan
diperiksa terhadap guling, geser, eksentrisitas resultan, dan tegangan tanah
pondasi.
Hasil analisis menunjukkan kebutuhan air maksimum pada bangunan pengambilan
sebesar 1,975 L/det/ha, dengan debit kebutuhan normal sebesar 0,08295 m³/det
dan debit rencana pengambilan sebesar 0,09954 m³/det. Debit banjir rancangan
kala ulang 25 tahun yang digunakan sebesar 20,597 m³/det berdasarkan HSS
Nakayasu. Bendung dirancang dengan mercu bulat pada elevasi +152,15 m dan kolam
olak tipe MDO sepanjang 3,00 m. Bangunan pengambilan terletak di sisi kiri
bendung dengan elevasi ambang +151,20 m. Faktor keamanan terhadap guling dan
geser masing-masing sebesar 1,31 dan 2,10. Eksentrisitas resultan sebesar 2,103
m berada dalam batas sepertiga tengah sebesar 2,233 m, dengan tegangan maksimum
dan minimum sebesar 25,58 kN/m² dan 0,77 kN/m². Hasil pemeriksaan menunjukkan
resultan berada dalam batas yang ditetapkan dan tidak terjadi tegangan tarik
pada dasar pondasi. Namun, pemenuhan daya dukung tanah perlu dikonfirmasi
menggunakan tegangan izin berdasarkan data geoteknik lokasi.
Irrigation of a 42 ha service area along the Grojogan River in Sleman
Regency requires a structure to raise the water level, enabling gravity flow to
agricultural land. The design addresses irrigation water demand, structural
dimensions suited to the river’s hydrological and hydraulic conditions, and
weir safety. This study aims to determine irrigation water requirements, assess
river discharge availability, design weir dimensions, and evaluate structural
stability and safety.
Irrigation water requirements were analyzed for the 42 ha service area,
while water availability was estimated using the F.J. Mock method. Design flood
discharge was analyzed using the Nakayasu and SCS Synthetic Unit Hydrograph
(SUH) methods. The hydrological results formed the basis for the hydraulic
design of a rounded crest, an MDO-type stilling basin, intake and flushing
structures, and downstream protection. Seepage was analyzed using Lane’s
method, while structural stability was assessed against overturning, sliding,
resultant eccentricity, and foundation bearing pressures.
The results indicate a maximum irrigation water requirement at the
intake of 1,975 L/s/ha, corresponding to a normal discharge of 0, 08295 m³/s and a design intake discharge of 0,09954 m³/s.
The adopted 25-year design flood discharge is 20.597 m³/s, based on the
Nakayasu SUH. The weir features a rounded crest at elevation +152.15 m and a
3.00 m long MDO-type stilling basin. The intake is located on the left side,
with a sill elevation of +151.20 m. Safety factors against overturning and
sliding are 1.31 and 2.10, respectively. The resultant eccentricity of 2.103 m
is within the middle-third limit of 2.233 m. Maximum and minimum foundation
pressures are 25.58 and 0.77 kN/m², respectively, indicating no tensile stress
at the foundation base. However, foundation bearing capacity requires
confirmation against the allowable bearing pressure derived from site-specific
geotechnical data.
Kata Kunci : bendung irigasi, debit andalan, Observ Pattern, kolam olak MDO, stabilitas bendung.