Laporkan Masalah

Evaluasi Permasalahan Distribusi SPAM Toyagama UGM Dengan Permodelan Hidraulis

Edgar Barus, Ir. Intan Supraba, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN.Eng.

2026 | Skripsi | S1 TEKNIK INFRASTRUKTUR LINGKUNGAN

Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Toyagama merupakan jaringan distribusi air minum siap konsumsi di lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang telah beroperasi sejak tahun 2015, namun belum memiliki dokumentasi jaringan yang mutakhir maupun evaluasi kinerja hidraulis secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk memvalidasi As-Built Drawing jaringan distribusi melalui pemetaan lapangan, menghitung neraca air untuk mengetahui potensi kehilangan air, serta membangun model jaringan digital berbasis EPANET 2.2 untuk mengevaluasi parameter hidraulis pada dua skema operasi pompa. Metode penelitian meliputi tracing dan scanning lapangan, analisis neraca air menggunakan kerangka standar International Water Association (IWA), serta simulasi Extended Period Simulation (EPS) menggunakan EPANET 2.2. Hasil penelitian menemukan 32 deviasi antara kondisi eksisting jaringan dengan As-Built Drawing penelitian terdahulu. Perbandingan System Input Volume (41.27 m³/hari) dengan estimasi konsumsi resmi (17.84 m³/hari) mengindikasikan kehilangan air sebesar 56,7%. Nilai ini tidak dapat langsung dimaknai sebagai kehilangan air aktual karena selain keterbatasan akurasi meteran, keberadaan tangki penyimpanan menyebabkan air tidak langsung dikonsumsi begitu keluar dari pompa, sehingga selisih inflow-outflow sesaat tidak merepresentasikan sistem ini secara akurat. Simulasi EPANET menunjukkan tekanan stabil sesuai standar, tetapi kecepatan aliran konsisten rendah (0.1-0.4 m/s) dengan headloss rendah pada seluruh jaringan. Debit distribusi hasil simulasi sebesar 15.4 m³/hari (Skema 1) dan 13.5 m³/hari (Skema 2) berbeda jauh dari debit meteran maupun estimasi konsumsi, menunjukkan debit pompa utama tidak dapat langsung disamakan dengan debit konsumsi WF dan WD akibat tangki penyimpanan dan backflow antar tangki. Ditemukan pula ketimpangan aksesibilitas WF dan WD antar fakultas serta kondisi fisik unit yang kotor dan berkarat. Temuan ini mengindikasikan tantangan utama SPAM Toyagama bukan semata kehilangan air fisik, melainkan keterbatasan keandalan data, aksesibilitas layanan, dan risiko stagnasi akibat kapasitas jaringan yang jauh melebihi kebutuhan aktual.

The Toyagama Water Supply System (SPAM Toyagama) is a potable water distribution network within the Universitas Gadjah Mada (UGM) campus that has operated since 2015 without up-to-date documentation or a full hydraulic evaluation. This study validates the network's As-Built Drawing through field mapping, calculates the water balance to estimate potential water losses, and develops a digital network model in EPANET 2.2 to evaluate hydraulic parameters under two pump operation schemes. Methods include field tracing and scanning, a water balance analysis using the International Water Association (IWA) framework, and Extended Period Simulation (EPS) in EPANET 2.2. Results identified 32 deviations between the existing network and previous As-Built Drawings. Comparing the System Input Volume (41.27 m3/day) with estimated authorized consumption (17.84 m3/day) indicates water losses of 56.7%. This figure cannot be directly interpreted as actual water loss, as beyond the limited accuracy of the metering, the network's storage tanks mean water is not consumed immediately upon leaving the pump, so the instantaneous difference between inflow and outflow does not accurately represent this system. EPANET simulations show stable pressure within standard limits, but consistently low flow velocities (0.1-0.4 m/s) with low headloss network-wide. Simulated distribution debit was 15.4 m3/day (Scheme 1) and 13.5 m3/day (Scheme 2), both markedly lower than the metered and estimated figures, indicating that the main pump's outflow cannot be directly equated with consumption at WF and WD points due to storage tanks and inter-tank backflow. Disparities in WF and WD accessibility across faculties, along with poor physical condition of several units, were also identified. Overall, SPAM Toyagama's main challenge is not merely physical water loss, but limited data reliability, service accessibility, and stagnation risk from network capacity far exceeding demand.

Kata Kunci : SPAM Toyagama, kehilangan air, EPANET 2.2, neraca air, As-Built Drawing, aksesibilitas layanan

  1. S1-2026-493515-abstract.pdf  
  2. S1-2026-493515-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-493515-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-493515-title.pdf