Laporkan Masalah

Capitalist Developmental State di Korea dan Taiwan: Analisis Komparatif Pengaruh Kolonialisme Jepang terhadap Pembangunan dan Relasi Negara-Bisnis dalam Kebijakan Industri Pascakolonial

Andy Tan Mulya, Dra. Siti Daulah Khoiriati, M.A.

2026 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Korea dan Taiwan berhasil membangun industri manufaktur teknologi tinggi berorientasi ekspor pada masa modern dan berhasil mendapat julukan "Asian Tigers". Studi ekonomi politik umumnya mengaitkan warisan institusi dan birokrasi kolonial Jepang sebagai landasan kesuksesan ekonomi industri kedua negara tersebut. Akan tetapi, kedua negara tersebut mengalami fokus pembangunan masa kolonial yang cukup berbeda. Semenanjung Korea ditransformasi dari negara feodal agraris menjadi industri manufaktur. Di sisi lain, Taiwan direncanakan sebagai "model colony" yang difokuskan pada ekspor gula tebu dan produk agrikultur lainnya. Berangkat dari observasi tersebut, studi ini berupaya untuk menelaah pengaruh pengalaman kolonisasi Jepang terhadap karakteristik ekonomi politik industri Taiwan dan Korea menggunakan pendekatan developmental state Chalmers Johnson. Studi ini juga bertujuan untuk mencari tahu bagaimana Taiwan dan Korea membangun industri ekspor manufaktur berbasis teknologi tinggi, meskipun mewarisi fokus industri sektoral yang berbeda dari era kolonial Jepang. Melalui analisis komparatif, studi ini membandingkan proses serta hasil dari alur pembangunan Korea dan Taiwan pada masa kolonial dan pascakolonial. Studi ini menemukan bahwa pengalaman kolonisasi Taiwan dan Korea mentransformasi struktur ekonomi politik melalui reformasi birokrasi, modernisasi produksi, dan sinergi antara pemerintahan dan bisnis. Struktur kelembagaan inilah yang kemudian diadopsi oleh rezim pascakolonial sebagai batu loncatan untuk industri manufaktur teknologi canggih melalui intervensi negara.

Korea and Taiwan have successfully built export-oriented high-tech manufacturing industries in the modern era and have earned the nickname "Asian Tigers." Political economy studies generally attribute the economic success of these two countries' industrial sectors to the legacy of Japanese colonial institutions and bureaucracy. However, the two countries experienced quite different development priorities during the colonial period. The Korean Peninsula was transformed from a feudal agrarian state into a manufacturing powerhouse. In contrast, Taiwan was planned as a "model colony" focused on the export of sugarcane and other agricultural products. Based on these observations, this study seeks to examine the influence of the Japanese colonial experience on the political-economic characteristics of Taiwan’s and Korea’s industrial sectors using Chalmers Johnson’s "developmental state" approach. This study also aims to investigate how Taiwan and Korea developed high-tech manufacturing export industries, despite inheriting different sectoral industrial focuses from the Japanese colonial era. Through comparative analysis, this study compares the processes and outcomes of Korea's and Taiwan's development trajectories during the colonial and postcolonial periods. This study finds that the colonial experiences of Taiwan and Korea transformed their political-economic structures through bureaucratic reforms, production modernization and synergy between government and business. It was this institutional structure that the postcolonial regime subsequently adopted as a springboard for a high-tech manufacturing industry through state intervention.




Kata Kunci : Developmental state, relasi negara-bisnis, industrialisasi, kolonial

  1. S1-2026-496461-abstract.pdf  
  2. S1-2026-496461-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-496461-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-496461-title.pdf