Pembebanan Fidusia sebagai jaminan Kredit Umum Pedesaan (Kupedes) pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Unit Janti Yogyakarta
WARDANI, Endang Ibnu, H. Mustafa, SH.,MS
2005 | Tesis | S2 Ilmu Hukum (Magister Kenotariatan)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan-alasan pembebanan fidusia sebagai jaminan fasilitas kredit umum pedesaan (Kupedes) pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Unit Janti Yogyakarta tidak dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang No. 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia dan upaya hukum yang ditempuh oleh pihak bank dalam hal kredit umum pedesaan (Kupedes) tersebut menjadi bermasalah. Penelitian ini merupakan penelitian empiris yaitu penelitian yang mengutamakan kepada penelitian lapangan yang diperkuat dengan penelitian kepustakaan. Data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari lapangan dengan menggunakan alat pengumpulan data berupa wawancara, yang didukung oleh data sekunder yaitu data yang diperoleh dari penelitian kepustakaan melalui studi dokumen. Selanjutnya terhadap data-data yang diperoleh dilakukan analisis secara kualitatif dan dibuat dalam bentuk laporan hasil penelitian yang bersifat deskriptif. Berdasarkan penelitian, diperoleh hasil bahwa yang menjadi alasan-alasan pembebanan fidusia sebagai jaminan fasilitas kredit umum pedesaan (Kupedes) pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Unit Janti Yogyakarta tidak dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang No. 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia adalah adanya keharusan jaminan fidusia dibuat dengan akta notaris dan didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Fidusia sehingga akan menambah beban biaya, selain itu juga akan menghambat bank dalam persaingan usahanya, dan tidak adanya sanksi bagi kreditur yang tidak melaksanakan pembebanan fidusia sesuai dengan ketentuan Undang-Undang No. 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia. Sedangkan upaya hukum yang ditempuh oleh pihak bank dalam hal kredit umum pedesaan (Kupedes) tersebut bermasalah adalah mengutamakan penyelesaian secara damai yaitu dengan penjualan barang jaminan secara dibawah tangan.
The research aims to investigate the reasons why fiducia imposition as security of Kupedes (general credit given to people in rural areas) at PT. Bank Rakyat Indonesia (Pty) Janti Unit Yogyakarta is not executed as in accordance with the regulation in the Act No. 42/1999 on fiducia security. It also aims to study legal measures by the bank when the credit turns into a bad one. The research is an empirical research, that is, focusing on field research which is supported with library research. It used primary data from the field using interview as its instrument and secondary data from library research by means of document study. It analysed the data qualitatively, and then reported the results descriptively. The research results reveal the reasons why fiducia imposition as security of Kupedes at PT. Bank Rakyat Indonesia (Pty) Janti Unit Yogyakarta is not executed according to the regulations in the Act No. 42/1999 on fiducia security. First, it needs a notary act to be a fiducia security and it must also be registered in the fiducia registration office, thus adding to the cost. Second, it reduces the bank’s competitiveness. Third, there is no sanction for a creditor who does not execute fiducia imposition according to the Act No. 42 /1999 on fiducia security. Meanwhile, the measure taken by the bank when Kupedes turns into a bad credit is still prioritizing negotiation, that is, selling the objects of security underhandedly.
Kata Kunci : Jaminan Fidusia, Kupedes, Bank Rakyat Indonesia, Fiducia Security