Angka Kejadian Tuberkulosis Ekstra Pulmoner di Laboratorium Patologi Anatomi RSUP DR. Sarjito/Fk UGM Yogyakarta Tahun 1991-1995
Huminsa Ranto MP , Dr. Endang Sutristi, DSPA.; dr. E. Suryadi
1997 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERPenyakit Tuberkulosis masih merupakan masalah kesehs- masyarakat, terutama di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Berdasarkan survei kesehatan rumah tangga tahun 1992, Tuberkulosis menempati ranking ke-2 dari 10 penyebab kematian di Indonesia. Selain menyerang organ paru, kuman mikobakterium tuberkulosis dapat menyerang organ lain yang dikenal dengan tuberkulosis ekstrapulmoner (TBE). Penelitian mengenai Tuberkulosis ekstrapulmoner jarang dilakukan. Karena dipandang perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui angka kejadian TBE. 332 prevalensi itu Subyek dalam penelitian adalah pasien dengan penega- kan diagnosis tuberkulosis ekstrapulmoner pada laboratori- patologi anatomi RSUP Dr. Sardjito/FK UGM, selama terhitung dari tanggal 1 Januari 1991 sampai 31 Desember 1995. Sedangkan metode penelitian yang dipakai adalah jenis Cross sectional dan bersifat deskriptif retrospektif dengan indikator penelitian meliputi jenis kelamin dan distribusi organ TBE. › Dari penelitian didapatkan 326 kasus dengan 14 jenis tuberkulosis ekstrapulmoner. Lins jumlah kasus terbanyak adalah TBC kelenjar limfe (78,8%), TBC tulang (6,4%) TBC peritoneum (3,7%), TBC Testis (1,8%) dan TBC Mamae (1,8%). Sedangkan tiga jumlah kasus yang jarang dijumpai berturut- turut yaitu TBC tonsil palatins, TBC Tyroid dan TBC usus yang masing-masing berjumlah 0,6%; 0,3% dan 0,3%. Dus kasus campuran yang dijumpai adalah Vesica Urinaria prostat serts testis epididymis. Dilihat dari angka kejadian (prevalensi) tuberkulosis ekstrapulmoner cende- rung meningkat. Pada tahun 1991 berjumlah 56 kasus, tahun 1992 (66 kasus), Tahun 1993 (58 kasus), Tahun 1994 (68 kasus) dan 78 kasus. Untuk kelompok umur, yang paling sering terinfeksi adalah kelompok umur 20 - 24 tahun (78 kasus). Perbedaan jenis kelamin juga mempengaruhi risiko infeksi TBE dimana jumlah penderita wanita lebih banyak yaitu 63, 2% dibanding dengan pria (36,8%).
Tuberculosis is apparently still assumed as social health problem especially in the development countries including Indonesia. According to the survey of families' health in 1992, Tuberculosis took the second rank of the ten diseases which cause death in Indonesia. Besides attacking the lungs organ the tuberculosis micobacterium germ can attack the other organ which known as extrapulmoner tuberculosis (TBE). The investigation of the extrapulmoner tuberculosis prevalence is rarely excecuted, so is badly needed to know the case figure of the TBE. Subject of this investigation is the patient with extrapulmoner tuberculosis diagnosed at the Patologycal Anatomy at RSUP Dr.Sardjito / FK. UGM in 5 years from 1 January 1991 to 31 December 1995. And the investigation method used is the cross sectional method and descriptively retrospectively characterized with the indicator of investigation includes age, gender and organ distribution of the Extrapulmoner Tubelculosis. The five most cases are lymph node tuberculosis (78,8%), bone tuberculosis (6,4%), peritoneum tuberculosis (3,7%), testis tuberculosis (1,8%). Whereas the rare 3 cases found are tonsil palatina tuberculosis, tyroid tuberculosis and intestine tuberculosis respectively, totalling 0,6%, 0,3% and 0,3%. The 2 mixed cases found are Vesica Urinaria-prostat and testis epididymis. Seen from the extrapulmoner tuberculosis prevalent tends to increase. In 1981 (56 cases), 1992 (66 cases), 1993 (58 cases), 1994 (68 cases) and 78 cases. For the age group the oftenest infected is the 20 - 24 age group (78 cases). The difference of gender influences the risk of infected as well, where the amount of woman is bigger, is 63,2% compared with man 36,8%.
Kata Kunci : Tuberkulosis, penyakit paru, tuberkulosis ekstrapulmoner (TBE)