Akta PPAT yang mengandung unsur penyalahgunaan keadaan (Misbruik van Omstandigheden) :: Studi kasus di Pengadilan Negeri Yogyakarta
MASYITHAH, Rini, Djoko Sukisno, SH.,CN
2005 | Tesis | S2 Ilmu Hukum (Magister Kenotariatan)Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui unsur-unsur penyalahgunaan keadaan (misbruik van omstandigheden) yang menyebabkan terjadinya pembatalan akta PPAT dan tanggung Jawab PPAT atas pembatalan akta yang terbukti mengandung unsur penyalahgunaan keadaan (misbruik van omstandigheden) Penelitian ini merupakan pendekatan yuridis normatif yaitu penelitian ini menitikberatkan pada penelitian dokumen kepustakaan, yang dilakukan dengan mempelajari putusan No. 40 / Pdt.G/ 1999/ PN.YK. Data yang diperoleh adalah data primer, data sekunder dan data tersier di dapat dengan penelitian lapangan dengan cara wawancara dengan nara sumber. Data penelitian selanjutnya dianalisis dengan metode kualitatif. Hasil penelitian ini menyebutkan : unsur-unsur penyalahgunaan keadaan (Misbruik Van Omstandigheden) yang menyebabkan terjadinya pembatalan Akta PPAT yaitu salah satu pihak memanfaatkan hubungan ketergantungan pihak lain, sehingga memaksanya melakukan jual beli dan karena salah satu pihak melakukan perbuatan melawan hukum Pasal 1365 KUHperdata berupa penyalahgunaan keadaan (misbruik van omstandigheden), dan PPAT memenuhi syarat formil pembuatan akta, PPAT tidak bertanggung jawab atas batalnya akta.
The research aimed to identify the element of abuse situation with causes party PPAT annulment and PPAT responsibility the annulment is proved have the element of abuse of situation The research is a juridicial normative, that is research strengthened with library research, through a study on the verdict No. 40/ Pdt. G/1999/ PN. YK. The obtained data were primary data, secondary data, and tertiary data were obtained from field research through interview with resource persons. The obtained data were analysed in qualitative method The reseach results present the following findings : the elements of abuse of situation which causes PPAT’s annulment revocation is : one party makes use of dependent relationship with other party (ies) and push them making trading transaction and due to one party breaks the law – according to article 1365 KUHPerdata (private law book) it is abuse of power and PPAT has fulfilled formal reguirement of annulment making process, so PPAT has no responsibility for the annulment revocation
Kata Kunci : Akta Perjanjian, Jual Beli, PPAT, Penyalahgunaan keadaan, Abuse of situation