Laporkan Masalah

Kualitas Kimia Daging dan Produktivitas Kelinci New Zealand White dengan Suplementasi Pakan Mineral Selenium (Se)

Jenniya Dhiya Safira, Dr. Ir. Endy Triyannanto, S.Pt., M.Eng., IPM., ASEAN Eng.

2026 | Skripsi | ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Selenium merupakan mikro mineral esensial yang berperan penting dalam sistem antioksidan, metabolisme, dan pemanfaatan nutrien untuk mendukung fungsi fisiologis pada ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi selenium dalam pakan terhadap produktivitas, karakteristik karkas, dan kualitas kimia daging. Penelitian ini menggunakan 10 ekor kelinci New Zealand White jantan lepas sapih berumur ±8 minggu dengan bobot badan awal kelinci secara keseluruhan memiliki rata-rata 1547,50 ± 309,07 g yang diberi perlakuan selama 60 hari. Penelitian dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas kelompok kontrol dan kelompok perlakuan yang diberi suplementasi selenium dengan dosis 0,5 mg Se/kg bobot badan. Data dianalisis menggunakan uji independent t-test. Variabel yang diamati meliputi pertambahan bobot badan harian (PBBH), bobot potong, persentase karkas, meat bone ratio (MBR), serta kualitas kimia daging meliputi kadar air, kadar protein, kadar lemak, dan kadar kolagen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi selenium berpengaruh terhadap pertambahan bobot badan harian (PBBH), bobot potong, dan persentase karkas, sedangkan pada meat bone ratio (MBR) dan kualitas kimia daging yang meliputi kadar air, kadar protein, kadar lemak, dan kadar kolagen suplementasi selenium tidak memberikan pengaruh. Kesimpulannya, suplementasi selenium mampu meningkatkan pertambahan bobot badan harian (PBBH), bobot potong, dan persentase karkas, namun tidak mengubah komposisi meat bone ratio dan kualitas kimia pada daging. 

Selenium is an essential trace mineral known to play a important role in the antioxidant system, metabolism, and nutrient utilization to support physiological functions in livestock.  This study aimed to determine the effect of dietary selenium supplementation on productivity, carcass characteristics, and chemical meat quality. The study used 10 weaned male New Zealand White rabbits aged ±8 weeks with an initial body weight of approximately 1547,50 ± 309,07 g, which were treated for 60 days. The experiment was designed using a Completely Randomized Design (CRD) consisting of a control group and a treatment group supplemented with selenium at a dose of 0,5 mg Se/kg body weight. Statistical analysis of the data was performed using an independent samples t-test. The observed variables were divided into productivity and carcass characteristics, consisting of average daily gain (ADG), slaughter weight, dressing percentage, and meat bone ratio (MBR), along with chemical meat quality, consisting of moisture, protein, fat, and collagen content. The results showed that selenium supplementation significantly affected average daily gain (ADG), slaughter weight, and dressing percentage, whereas meat bone ratio (MBR) and chemical quality, including moisture content, protein content, fat content, and collagen content were not significantly affected by selenium supplementation. In conclusion, selenium supplementation enhanced the average daily gain (ADG), slaughter weight, and dressing percentage, productivity performance and carcass characteristics of New Zealand White rabbits without significantly affecting the meat bone ratio (MBR) and chemical composition of the meat.

Kata Kunci : Kelinci, Selenium, Kualitas Daging, Produktivitas, Rabbit, Selenium, Meat Quality, Productivity

  1. S1-2026-505771-abstract.pdf  
  2. S1-2026-505771-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-505771-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-505771-title.pdf