Pemanfaatan Bahan Aktif Mesotrion Terhadap Munculnya Varigata Tanaman Monstera adansonii
Fadia Iftinan Naifarra, Prof. Dr. Ir. Aziz Purwantoro, M.Sc.; Dr. Dyah Weny Respatie, S.P., M.Si.
2026 | Skripsi | AGRONOMI
Monstera
adansonii merupakan salah satu tanaman hias daun yang memiliki nilai
estetika dan nilai ekonomi tinggi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk
meningkatkan nilai estetika dan nilai komersial tanaman ini adalah melalui
pembentukan varigata.
Mesotrion merupakan herbisida golongan triketon yang menghambat enzim
4-hydroxyphenylpyruvate dioxygenase (HPPD), sehingga berpotensi mengganggu
biosintesis karotenoid dan memunculkan perubahan warna pada daun. Penelitian
ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi mesotrion terbaik dalam pembentukan
varigata pada Monstera adansonii. Penelitian dilaksanakan pada bulan
Januari–Mei 2026 dan terdiri atas penelitian lapangan serta penelitian
laboratorium. Penelitian lapangan dilakukan di Kabupaten Bantul, Daerah
Istimewa Yogyakarta, sedangkan penelitian laboratorium dilaksanakan di Sub
Laboratorium Ekologi Tanaman dan Sub Laboratorium Ilmu Tanaman, Fakultas
Pertanian, Universitas Gadjah Mada. Penelitian menggunakan Rancangan Acak
Kelompok Lengkap (RAKL) satu faktor dengan empat ulangan. Faktor perlakuan
berupa konsentrasi mesotrion yang terdiri atas 0 ml.L?¹, 3 ml.L?¹, 6 ml.L?¹,
dan 9 ml.L?¹. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi
mesotrion menekan pertumbuhan vegetatif Monstera adansonii, menurunkan
tingkat kehijauan daun, kandungan klorofil, dan karotenoid, tetapi meningkatkan
luas varigata yang terbentuk. Berdasarkan seluruh parameter yang diamati,
konsentrasi 3 ml.L?¹ merupakan perlakuan terbaik dalam menginduksi pembentukan
varigata pada Monstera adansonii.
Monstera
adansonii is an ornamental foliage plant with high aesthetic and economic
value. One approach to enhancing both the aesthetic appeal and commercial value
of this plant is through the induction of variegation. Mesotrione is a
triketone-class herbicide that inhibits the enzyme 4-hydroxyphenylpyruvate
dioxygenase (HPPD), thereby potentially disrupting carotenoid biosynthesis and
inducing color changes in the leaves. This study aimed to determine the optimal
mesotrione concentration for inducing variegation in Monstera adansonii.
The research was conducted from January to May 2026 and comprised both field
and laboratory components. The field experiment was carried out in Bantul
Regency, Special Region of Yogyakarta, while the laboratory work was conducted
at the Sub-Laboratory of Plant Ecology and the Sub-Laboratory of Plant Science,
Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada. The study employed a
single-factor Randomized Complete Block Design (RCBD) with four replications.
The treatment factor consisted of mesotrione concentrations of 0 ml.L?¹, 3 ml.L?¹, 6 ml.L?¹, and 9
ml.L?¹. The results showed that increasing mesotrione concentration
suppressed the vegetative growth of Monstera adansonii, reduced leaf
greenness, chlorophyll content, and carotenoid content, while increasing the
extent of variegation formed. Based on all observed parameters, a concentration
of 3 ml·L?¹ was identified as the optimal concentration for inducing
variegation in Monstera adansonii.
Kata Kunci : karotenoid, klorofil, Monstera adansonii, mesotrion, varigata