Efektivitas Sepuluh Bahan Aktif Fungisida Dalam Menekan Pertumbuhan Rhizoctonia solani Secara In Vitro
Shafira Yulia Fahma, Prof. Dr. Ir. Achmadi Priyatmojo, M.Sc.,Ph.D., IPU
2026 | Skripsi | ILMU HAMA & PENYAKIT TUMBUHANRhizoctonia solani merupakan salah satu jamur patogen tular tanah paling destruktif yang menyerang berbagai komoditas pertanian penting, seperti padi dan durian. Pengendalian dengan pestisida kimiawi sering dilakukan oleh petani tetapi tanpa memperhatikan prinsip tepat guna dan keefektivan yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkatan keefektifan sepuluh bahan aktif fungisida dalam menekan pertumbuhan jamur R. solani secara in vitro menggunakan metode food poisoned method. Penelitian dilaksanakan pada Oktober 2025 hingga Mei 2026 menggunakan 3 isolat R. solani, yaitu isolat padi Trucuk 1, Trucuk 2, dan isolat durian Banyumas. Sepuluh bahan aktif fungisida dan konsentrasi anjuran yang diuji meliputi Propineb (0,05%), Tebuconazole (0,1%), Trifloxystrobin (0,024%), Fluopicolide (0,2%), Iprodione (0,2%), Acibenzolar-S-methyl (0,2%), Metalaxyl-M (0,2%), Kasugamycin (0,033%), Benomyl (0,05%), dan Tricyclazole (0,15%). Hasil penelitian menunjukkan seluruh bahan aktif fungisida berpengaruh nyata dalam menghambat pertumbuhan miselium R. solani dengan tingkat efektivitas berkisar antara kuat hingga sangat kuat (60%–100%) dengan peringkat keefektifan tertinggi dicapai berturut-turut oleh Tricyclazole dan Trifloxystrobin (100%).
Rhizoctonia solani is one of the most destructive soil-borne fungal pathogens that infects various important agricultural crops, such as rice and durian. Farmers often control this pathogen using chemical pesticides, but without considering the principles of proper use and appropriate
Kata Kunci : Rhizoctonia solani, fungisida, food poisoned, daya hambat, efektivitas bahan aktif