Laporkan Masalah

Pemanfaatan citra landsat enhanced thematic mapper (ETM+) dan sistem informasi geografi untuk penentuan daerah potensial budidaya burung walet di kabupaten Ngawi propinsi Jawa Timur

Endras Kurniawan, Drs. Retnadi Heru Jatmiko, M.Sc.

2003 | Tugas Akhir | D3 PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI SV

Kabupaten Ngawi Propinsi Jawa Timur merupakan lokasi buruan sekaligus lokasi lintasan. Untuk menjadi daerah sentra walet, lokasi buruan dan lokasi lintasan harus dikembangkan lebih intensif dengan memfokuskan pengembangan lokasi yang terkonsentrasi keberadaan burung walet karena usaha walet dapat menghasilkan keuntungan yang menggiurkan dari hasil penjualan sarangnya. Penelitian ini bertujuan untuk membuat peta kesesuaian lahan untuk budidaya burung walet. Dengan peta ini daerah potensial untuk pengembangan budidaya walet dapat diketahui. Peta kesesuaian lahan untuk budidaya walet dapat dihasilkan dari overlay peta-peta ketinggian tempat, peta penggunaan lahan, peta jarak jaringan sungai dan peta estimasi persebaran suhu yang merupakan parameter atau persyaratan hidup burung walet. Persyaratan hidup burung walet merupakan habitat makro yang secara global dapat ditentukan dengan pendekatan Penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis. Informasi penggunaan lahan dan estimasi persebaran suhu diekstrak dari citra Landsat ETM+ sehingga lebih efisien baik waktu, biaya maupun tenaga karena citra penginderaan jauh dijadikan data primer sedangkan pengukuran lapangan hanya dilakukan pada sampel titik tertentu. Peta-peta masukan yang telah diklasifikasikan kualitas kesesuaiannya dikuantitaskan dengan metode skoring/pengharkatan sehingga pada proses overlay dapat dilakukan perhitungan untuk menentukan hasil total penjumlahan. Total penjumlahan skor tiap peta masukan dapat diklasifikasikan menjadi klas kesesuaian lahan untuk budidaya walet dengan bantuan Sistem Informasi Geografis Hasil penelitian menunjukkan total luas wilayah Ngawi adalah 37909 Ha, 57% dikategorikan sebagai daerah yang sesuai untuk pengembangan budidaya walet, 37% agak sesuai dan 6% luas wilayahnya tidak sesuai untuk dikembangkan untuk budidaya walet. Daerah potensial budidaya walet tersebar pada dataran rendah sekitar sungai Bengawan Solo dan Bengawan Madiun. Pengembangan usaha walet diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena adanya subsidi silang antar sektor.

-

Kata Kunci : Citra landsat ETM+,sistem informasi geografis,Daerah potensial,budidaya burung walet

  1. TA-2003-135822-abstract.pdf  
  2. TA-2003-135822-bibliography.pdf  
  3. TA-2003-135822-tableofcontent.pdf  
  4. TA-2003-135822-title.pdf