Laporkan Masalah

Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Desa Wisata Berkelanjutan di Dusun Wotawati Lembah Bengawan Solo Purba, Kabupaten Gunungkidul

Demas Atha Ramadhan, Dr. Alia Fajarwati, S.Si., M.IDEA.,

2026 | Skripsi | PEMBANGUNAN WILAYAH

Pengembangan Desa Wisata Wotawati (Dusun Wotawati, Kalurahan Pucung, Kapanewon Girisubo, Gunungkidul) di kawasan karst bergantung pada Dana Keistimewaan, sehingga tanpa partisipasi masyarakat yang substantif investasinya berisiko tidak berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan praktik partisipasi berdasarkan dimensi pariwisata berkelanjutan, menilai kondisi partisipasi pada setiap tahap pengembangan, dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhinya.

Penelitian menggunakan studi kasus kualitatif deskriptif-evaluatif dengan analisis hibrida deduktif-induktif. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, dan telaah dokumen, lalu dianalisis dengan model Miles, Huberman, dan Saldaña berdasarkan dimensi UNWTO, lima tahap partisipasi (Cohen dan Uphoff, 1980; Permenparekraf No. 9 Tahun 2021), dan faktor partisipasi.

Hasil menunjukkan partisipasi berlangsung pada level individu, kelompok, dan komunitas, tetapi timpang antartahap. Partisipasi kuat pada pelaksanaan dan menikmati hasil karena insentif ekonomi yang nyata, tetapi lemah pada pengambilan keputusan, evaluasi, dan pelaporan: gagasan dan desain berasal dari pihak luar, forum strategis tidak terjadwal, kelompok rentan tidak terwakili secara tetap, dan laporan keuangan belum terbuka. Pola ini mengindikasikan kecenderungan tokenisme. Faktor yang berpengaruh meliputi motif ekonomi, keterikatan pada tempat, kapasitas, dan program eksternal. Penelitian merekomendasikan forum strategis terjadwal dengan keterwakilan tetap, dokumentasi evaluasi, dan keterbukaan laporan keuangan.

The development of Wotawati Tourism Village (Wotawati Hamlet, Pucung Village, Girisubo Subdistrict, Gunungkidul) in a karst area depends on Special Region Privilege Funds (Dana Keistimewaan); without substantive community participation, this investment risks being unsustainable. This study describes the forms and practices of participation across sustainable tourism dimensions, assesses the condition of participation at each development stage, and identifies the internal and external factors influencing it.

The study uses a descriptive-evaluative qualitative case study with hybrid deductive-inductive analysis. Data were collected through field observation, interviews, and document review (February and May 2026), then analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña model based on UNWTO dimensions, five participation stages (Cohen and Uphoff, 1980; Ministerial Regulation No. 9/2021), and participation factors.

Findings show that participation occurs at individual, group, and community levels but is uneven across stages. It is strong in implementation and benefit-sharing because of tangible economic incentives, yet weak in decision-making, evaluation, and reporting: ideas and designs come from outside parties, strategic forums are unscheduled, vulnerable groups lack permanent representation, and financial reports are not open. This pattern indicates a tendency toward tokenism. Influencing factors include economic motives, place attachment, capacity, and external programs. The study recommends scheduled strategic forums with permanent representation, documented evaluations, and transparent financial reporting.

Kata Kunci : partisipasi masyarakat, desa wisata berkelanjutan, community-based tourism, Dusun Wotawati, Gunungkidul.

  1. S1-2026-502643-abstract.pdf  
  2. S1-2026-502643-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-502643-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-502643-title.pdf