Laporkan Masalah

Analisis Gender dalam Kebijakan Luar Negeri Indonesia Prabowo Subianto Terkait Genosida di Palestina

Queen Ayshana Jasmine, Dr. Rochdi Mohan Nazala

2026 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Kehadiran studi gender memberikan dimensi analitis baru dalam studi Hubungan Internasional (HI), khususnya melalui kontribusinya pada analisis kebijakan luar negeri suatu negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan luar negeri Indonesia terkait isu genosida Palestina pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui lensa studi maskulinitas sebagai turunan dari studi gender dalam HI. Menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode studi pustaka, penelitian ini mengkaji bagaimana konstruksi maskulinitas memengaruhi diplomasi Indonesia terkait isu genosida Palestina. Argumen utama penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan politik luar negeri Indonesia Presiden Prabowo Subianto terkait genosida Palestina mereproduksi nilai maskulin, dengan penekanan pada ketegasan, kedaulatan, dan posisi tawar Indonesia di forum internasional. Hasil analisis ini memberikan pemahaman teoritis yang lebih kaya mengenai keterkaitan antara politik gender dalam pembentukan kebijakan luar negeri Indonesia di kawasan Timur Tengah.


The incorporation of gender studies introduces a new analytical dimension to the field of International Relations (IR), particularly through its contribution to the analysis of state foreign policy. This study aims to analyze Indonesia's foreign policy regarding the issue of the Palestinian genocide under the administration of President Prabowo Subianto, utilizing the lens of masculinity studies as a subfield of gender studies within IR. Employing a qualitative-descriptive approach and a literature review method, the study examines how constructions of masculinity influence Indonesia's diplomacy concerning the Palestinian genocide. The study’s central argument posits that President Prabowo Subianto’s foreign policy regarding the Palestinian genocide reproduces masculine values, emphasizing assertiveness, sovereignty, and Indonesia's bargaining position in international forums. These findings offer a richer theoretical understanding of the interplay between gender politics and the formulation of Indonesia's foreign policy in the Middle East.

Kata Kunci : kebijakan luar negeri Indonesia, genosida Palestina, pemerintahan Prabowo Subianto, studi sender, maskulinitas dalam hubungan internasional

  1. S1-2026-502920-abstract.pdf  
  2. S1-2026-502920-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-502920-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-502920-title.pdf