Efisiensi Alokatif Faktor Produksi Usaha Tani Padi Sawah di Kapanewon Playen Kabupaten Gunungkidul
Azka Naufal Firdaus, Prof. Dr. Jangkung Handoyo Mulyo, M.Ec. ; Muh Amat Nasir, S.P., M.Sc.
2026 | Skripsi | SOS.EK. PERTANIAN (AGROBISNIS)
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui tingkat produksi dan produktivitas usahatani padi sawah, (2) mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi produksi usahatani padi sawah, dan (3) mengetahui tingkat efisiensi alokatif penggunaan input produksi pada usahatani padi sawah di Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2025 menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive di Kalurahan Plembutan dan Kalurahan Bleberan, Kapanewon Playen. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi terhadap 78 petani padi sawah yang melakukan budidaya selama dua musim tanam pada periode 2024–2025. Data dianalisis menggunakan analisis rata-rata produksi dan produktivitas, regresi linier berganda dengan metode Ordinary Least Square (OLS) dan fungsi produksi Cobb–Douglas, serta indeks efisiensi alokatif (ki). Hasil penelitian menunjukkan bahwa total produksi padi sawah mencapai 1.205,82 kg per petani per tahun dengan rata-rata produktivitas sebesar 3,74 ton/ha. Produksi dan produktivitas pada Musim Tanam I lebih tinggi dibandingkan Musim Tanam II. Luas lahan, jumlah benih, jumlah pestisida, dan jumlah tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi padi sawah, sedangkan jumlah pupuk, usia petani, dan pengalaman berusahatani tidak berpengaruh signifikan. Analisis efisiensi alokatif menunjukkan bahwa penggunaan luas lahan (ki = 1,31), jumlah benih (ki = 4,01), dan jumlah pestisida (ki = 6,97) belum efisien secara alokatif sehingga penggunaannya masih dapat ditingkatkan. Sementara itu, penggunaan tenaga kerja memiliki nilai ki = 0,33 sehingga tidak efisien karena penggunaannya berlebihan. Rekomendasi penelitian meliputi intensifikasi penggunaan lahan, penggunaan benih dalam jumlah yang tepat, pengelolaan pestisida berdasarkan kondisi organisme pengganggu tanaman, serta pengalokasian tenaga kerja yang lebih proporsional.
This research aims to: (1) determine the production and productivity of rice farming, (2) identify the factors affecting rice production, and (3) determine the allocative efficiency of production inputs in rice farming in Kapanewon Playen, Gunungkidul Regency. The research was conducted in 2025 using a descriptive-analytic method with a quantitative approach. The research location was determined purposively in Plembutan and Bleberan Villages, Kapanewon Playen. Data were collected through interviews and observations of 78 rice farmers who cultivated rice for two planting seasons in 2024–2025. Data were analyzed using average production and productivity analysis, multiple linear regression with the Ordinary Least Square (OLS) method and the Cobb–Douglas production function, and the allocative efficiency index (ki). The results showed that annual rice production reached 1,205.82 kg per farmer with an average productivity of 3.74 ton/ha. Production and productivity in the first planting season were higher than in the second planting season. Land area, seed quantity, pesticide quantity, and labor had positive and significant effects on rice production, while fertilizer quantity, farmer age, and farming experience were not significant. Allocative efficiency analysis showed that land area (ki = 1.31), seed quantity (ki = 4.01), and pesticide quantity (ki = 6.97) were not yet efficient, indicating that their use could still be increased. Labor had a ki value of 0.33 and was inefficient because its use was excessive relative to the benchmark. The research recommends land intensification, appropriate seed use, pesticide management based on pest pressure, and more proportional labor allocation.
Kata Kunci : efisiensi alokatif, produksi, produktivitas, usahatani padi sawah.