Kelayakan Finansial Usaha Tani Kopi Robusta di Kabupaten Temanggung
Muhammad Firdan Hidayat, Ir. Any Suryantini, M.M., Ph.D.; Asih Kusumaningsih, S.P., M.Sc.
2026 | Skripsi | SOS.EK. PERTANIAN (AGROBISNIS)
Usaha tani kopi robusta di Kabupaten Temanggung memiliki peluang untuk dikembangkan, tetapi masih menghadapi permasalahan berupa produktivitas yang relatif rendah serta fluktuasi harga jual dan biaya produksi yang dapat memengaruhi keuntungan petani. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya dilakukan analisis kelayakan finansial untuk mengetahui layak atau tidaknya usaha tani kopi robusta dijalankan dari segi finansial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan finansial usaha tani kopi robusta serta sensitivitas kelayakan finansial usaha tani kopi robusta terhadap perubahan produksi, harga jual output, dan biaya produksi. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Candiroto dan Kecamatan Wonoboyo dengan jumlah responden sebanyak 100 petani yang ditentukan menggunakan metode purposive sampling. Kelayakan finansial dianalisis menggunakan indikator Net Present Value (NPV), Net Benefit-Cost Ratio (Net B/C Ratio), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period (PP). Menghadapi permasalahan berupa penurunan produktivitas tanaman, penurunan harga jual, dan peningkatan biaya produksi, analisis kelayakan finansial dilanjutkan dengan analisis sensitivitas terhadap skenario penurunan produksi sebesar 25%, penurunan harga jual output sebesar 20%, dan peningkatan biaya produksi sebesar 21?rdasarkan kondisi yang pernah dialami petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha tani kopi robusta layak untuk dijalankan, dengan nilai NPV sebesar Rp131.775.707, Net B/C Ratio sebesar 4,58, IRR sebesar 22,73%, dan payback period selama 8,75 tahun. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa usaha tani kopi robusta tetap layak untuk dijalankan pada seluruh skenario perubahan. Penurunan produksi memberikan dampak terbesar terhadap penurunan nilai kelayakan finansial.
Robusta coffee farming in Temanggung Regency has
considerable potential for development, but still faces problems such as
relatively low productivity and fluctuations in selling prices and production
costs. These conditions indicate the need for a financial feasibility analysis
to determine whether robusta coffee farming is financially feasible. This
research aims to determine the financial feasibility of robusta coffee farming
in Temanggung Regency, as well as the sensitivity of this financial feasibility
to fluctuations in production, output selling price, and production costs. The
research was conducted in Candiroto and Wonoboyo Sub-districts with 100 farmer
respondents selected using a purposive sampling method. The financial
feasibility was analysed using Net Present Value (NPV), Net Benefit-Cost Ratio
(Net B/C Ratio), Internal Rate of Return (IRR), and Payback Period (PP). Facing
problems of decreasing in crop productivity, decreasing in selling prices, and
increasing in production cost, financial feasibility continued with sensitivity
analysis which are 25?crease in production, 20?crease in output selling
price, and 21% increase in production costs based on conditions previously
experienced by farmers. The results of the research indicated that robusta
coffee farming is financially feasible, with an NPV value of IDR 131,775,707,
Net B/C Ratio of 4.58, IRR of 22.73%, and PP of 8.75 years. The sensitivity
analysis results indicate that robusta coffee farming remains feasible across
all change scenarios. A decrease in production exerts the greatest impact on
reducing financial feasibility values.
Kata Kunci : kopi robusta, usaha tani, kelayakan finansial, sensitivitas