Karakteristik pasca elastik dinding pasangan beta beton pejal dengan tulangan horisontal akibat beban siklik
IMANSYAH, Syahruddin, Ir. Iman Satyarno, M.E.,Ph.D
2005 | Tesis | S2 Teknik SipilGempa bumi sering kali terjadi pada tahun-tahun terakhir ini di Indonesia, misalnya pada tahun 2004, telah tercatat dalam sejarah gempa yang terjadi di Aceh dengan kekuatan kurang lebih 8 Skala Richter, sehingga menyebabkan gelombang Tsunami yang banyak merenggut nyawa manusia. Selain di Aceh juga terdapat di Thailand, India dan Srilangka yang kejadiannya hampir bersamaan tanpa diduga-duga. Untuk bangunan rumah sederhana biasanya bagian yang terlemah adalah dinding, sering kedapatan retak-retak bahkan roboh sewaktu gempa terjadi. Untuk mengetahui perilaku model kerusakan dinding bata beton pejal atau batako yaitu meliputi hubungan beban–simpangan, pola retak, drift rasio, kekakuan, maksimum kuat geser, redaman dan daktilitas serta untuk mengetahui pengaruh perkuatan tulangan horisontal pada dinding batako, maka dilakukan penelitian terhadap portal beton bertulang dengan pengisi pasangan dinding batako dengan pembebanan siklik. Dalam penelitian ini digunakan tiga buah model struktur rangka beton bertulang sederhana dengan berbagai variasi yaitu satu buah portal terbuka (open frame, OF), satu buah portal pengisi batako (infilled concrete brick wall, IFCW) dan satu buah portal pengisi batako dengan tulangan horisontal Ø6-200(concrete brick wall with horizontal reinforcement, CWHR). Dari hasil penelitian dengan penambahan tulangan horisontal Ø6-200 pada dinding batako, meningkatkan simpangan leleh 85,59% , simpangan ultimit 212,1%, meningkatkan energi potensial 250% dan dissipasi energi 310%. Penurunan daktilitas dari kondisi initial ke stabil lebih besar (21,43%) dari dinding batako tanpa tulangan (3,59%). Pola keruntuhan pada dinding batako adalah keruntuhan bertangga pada sambungan mortar dengan batako dan keruntuhan gelincir memanjang pada sambungan mortar dengan batako.
An earthquake often happens in past some years. In 2004, an earthquake tremendously shakes Aceh with 8 Richter scale and causing Tsunami. At the same time, Tsunami also waves Thailand, India and Srilangka. A wall is the weakest part in some plain houses; it will collapse or at least smashed. This research was conducted to find out the behaviour of massive concrete brick wall damage model that covers up the load displacement, crack pattern, drift rasio, stiffness, maximum shear strength, attenuation and ductility. It was also aimed at finding out the strengthening effect of horizontal bar on massive concrete brick wall; in this case the research was on the frame of reinforced concrete with infilled massive concrete brick with cyclic load. It used three structure models of simple concrete frames along with their variations; they are one open frame, OF, one infilled concrete brick wall, IFCW, and one concrete brick wall with horizontal reinforcement of Ø6-200, CWHR. The result is that the additional horizontal bar of Ø6-200 on infilled massive concrete brick wall will increase of 85,59% and 212,1% for the yield displacement and the ultimate displacement respectively. Also will increase of 250% and 310% for the potential energy and the energy dissipation respectively at final the stabilized cycle. The ductility which decrease from the initial to stabilized condition of massive concrete brick wall with bars is bigger (21,43%) than of massive concrete brick wall without bar (3,59%). The ruin pattern of massive concrete brick wall is stairstep through joints and sliding along bed joints.
Kata Kunci : Bata Beton Pejal,Batako), Dinding Bangunan, Tulagan Horizontal, infilled massive concrete brick wall, potential energy, horizontal bar, ductility.