Laporkan Masalah

Nama-Nama Pondok Pesantren Di Kabupaten Ponorogo Analisis Struktur Dan Makna

Auna Ahmad Fadil, Dr. Sulistyowati, S.S, M.Hum

2026 | Tesis | S2 Linguistik

Pondok pesantren di Kabupaten Ponorogo memiliki karakteristik sosiokultural khas, namun terdapat kesenjangan antara data administratif Kementerian Agama (120 lembaga) dengan realitas papan nama fisik di lapangan sebagai representasi identitas kelompok.Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk struktur kebahasaan, asal kebahasaan, serta makna referensial pada nama spesifik pondok pesantren di Kabupaten Ponorogo untuk mengurai dinamika linguistik tersebut. 

Penelitian deskriptif kualitatif ini menerapkan triangulasi data lapangan melalui observasi langsung, wawancara mendalam, serta Metode Simak dengan teknik simak bebas libat cakap (SBLC) dan teknik catat guna menyelaraskan ketidakcocokan administratif.Data kartu nama spesifik pesantren distandardisasi berdasarkan EYD V dengan mengeliminasi penanda jenis kelembagaan.Analisis data diintegrasikan menggunakan landasan teori Onomastika (toponimi), Sosiolinguistik, Semiotika, Morfologi (struktur kata Indonesia dan wazan Arab), serta Semantik Makna Referensial.Hasil penelitian menunjukkan bentuk nama bervariasi secara sintaksis dan morfologis dari satu hingga tujuh kata, yang diklasifikasikan ke dalam asal bahasa Arab, Arab-Indonesia, Arab-Jawa, dan kombinasi Arab-Inggris. 

Secara semantik, teridentifikasi delapan sub-kategori makna referensial: persona (nasab), tempat (toponimi), benda abstrak, benda konkret fungsional, golongan (afiliasi), sifat ideal, sifat Rasulullah, dan harapan harapan. Secara sosiosemantik, penamaan ini merupakan teks naratif padat yang merepresentasikan identitas teologis, afiliasi kemasyarakatan, memori kolektif lokal, dan proyeksi nilai keislaman masyarakat tutur pesantren.

Islamic boarding schools (pesantren) in Ponorogo Regency exhibit distinctive sociocultural characteristics, yet an administrative discrepancy exists between the data from the Ministry of Religious Affairs (120 institutions) and the reality of physical signboards in the field as representations of group identity. This study aims to analyze the linguistic structure, language of origin, and referential meaning of specific pesantren names in Ponorogo Regency to unravel these linguistic dynamics. 

This descriptive qualitative study employs field data triangulation through direct observation, in-depth interviews, and the Simak (observation) method using non-participatory observation-conversation (SBLC) and note-taking techniques to reconcile administrative discrepancies. The specific pesantren name card data were standardized based on the Fifth Edition of the Enhanced Spelling System (EYD V) by eliminating institutional type markers. Data analysis was integrated using the theoretical frameworks of Onomastics (toponymy), Sociolinguistics, Semiotics, Morphology (Indonesian word structure and Arabic wazan/root-pattern system), and Referential Semantics. The results indicate that the linguistic forms of the names vary syntactically and morphologically from one to seven words, which are classified by language of origin into Arabic, Arabic-Indonesian, Arabic-Javanese, and Arabic-English combinations. 

Semantically, eight sub-categories of referential meaning were identified: persona (nasab), place (toponymy), abstract objects, functional concrete objects, groups (affiliations), ideal traits, traits of the Prophet, and hope. This naming system constitutes a dense narrative text representing theological identity, community affiliation, local collective memory, and the projection of Islamic values within the pesantren speech community. 

Kata Kunci : Makna Referensial, Onomastika, Nama Pondok Pesantren, Ponorogo

  1. S2-2026-527925-abstract.pdf  
  2. S2-2026-527925-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-527925-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-527925-title.pdf