Laporkan Masalah

Eksistensi jaminan dalam kontrak pengadaan gabah/beras pada Perum Bulog Divisi Regional Yogyakarta

DARMINI, Ninik, Dr. Hj. Siti Ismijati Jenie, SH.,CN

2005 | Tesis | S2 Ilmu Hukum

Penelitian ini merupakan penelitian yuridis empiris yang menitikberatkan pada penelitian lapangan untuk mendapatkan data primer yang dilengkapi data sekunder yang diperoleh melalui penelitian kepustakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengikatan jaminan pada kontrak jual beli gabah/beras antara Perum BULOG Divisi Regional (Divre) Yogyakarta dengan kontraktor pengadaan, bentuk-bentuk wanprestasi serta upaya penyelesaiannya. Selain itu penelitian ini juga bertujuan mencari jawaban mengapa dalam hal terjadi wanprestasi, Perum BULOG Divre Yogyakarta tidak melakukan pencairan jaminan. Penelitian dilakukan dengan cara penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Penelitian kepustakaan dilakukan dengan mempelajari bahan hukum primer, sekunder dan tersier dengan alat studi dokumen. Penelitian lapangan dilakukan dengan wawancara kepada aparat Perum BULOG Divre Yogyakarta yang menangani kontrak jual beli gabah/beras dan menyebarkan kuesioner kepada para kontraktor pengadaan gabah/beras di wilayah kerja yang bersangkutan. Hasil penelitian adalah : 1. Pengikatan jaminan berupa uang tunai dan deposito dengan kuasa pencairan dalam kontrak jual beli gabah/beras antara Perum BULOG Divre Yogyakarta dengan kontraktor dilakukan secara gadai meskipun tidak ada perjanjian pembebanan jaminan secara khusus untuk itu, sedangkan jaminan yang berupa bank garansi diikat secara jaminan perorangan (borgtocht); 2. Bentuk-bentuk wanprestasi yang terjadi adalah penyerahan hasil giling gabah yang tidak sesuai standar, terlambat menyerahkan, kurang dalam menyerahkan serta menyerahkan beras bukan hasil giling gabah yang disetor. Upaya yang dilakukan adalah memberikan perpanjangan waktu (addendum), keharusan membayar denda (klaim) sebesar 1/1000 setiap hari keterlambatan maksimal 0,5% dari jumlah kekurangan serta penyelesaian masalah secara internal; 3. Faktor-faktor penyebab tidak dilakukannya pencairan jaminan adalah hampir 80% kontraktor pengadaan dapat memanfaatkan waktu perpanjangan yang diberikan, besarnya denda keterlambatan yang harus dibayar kontraktor telah dapat menutup kerugian Perum BULOG Divre Yogyakarta. Salah satu alasan teoritis yang juga dapat disampaikan bahwa risiko dalam perjanjian jual beli atas barang yang telah diukur, ditimbang dan dihitung menurut Pasal 1461 KUHPerdata berada dalam pihak pembeli. Oleh karenya dalam hal ini pihak yang seharusnya menanggung risiko adalah Perum BULOG Divre Yogyakarta.

The research is a juridical empirical research focusing on field research to obtain primary data that are supported with secondary data from library research. It aims to analyse the security binding in a rice privision contract between Perum BULOG Yogyakarta Regional Division and the providing contractor, the default and its resolution. It also aims to formulate answers to the question why Perum BULOG Yogyakarta Regional Division does not solve the security when a default happens. The researcher conducted both library research and field research. Library research was conducted by analyzing primary, secondary and tertiary legal materials using document study as an instrument. Field research was conducted through interview with the apparatures of Perum BULOG Yogyakarta Regional Division who dealt with rice sales contract, and also through questionnaires for contractor of rice provision in each service territory. The research results are presented in the followings : 1. The binding of security in rice sales contract between Perum BULOG Yogyakarta Regional Division and contractors is carried out in a pawning manner (for money and periodical deposit used as the security), and personal security (for bank guaranty); 2. The forms of default include supplying rice from mill rice that is below the standard, overdue provision, short amount of supply, and supplying rice not from the product of rice mill agreed on in the contract. Some efforts to solve these problems include giving an addendum (grace period), obligation for compensation payment of 1/1000 to a maximum of 0,5% of the total shortage, and internal resolution; 3. The factors preventing any claim for the security are : almost 80% of contractors can use the grace period offered, and the compensation payment is able to compensate the loss suffered by Perum BULOG. One of the reasons from theoretical bases is that the risk in a sales contract for measured and calculated commodity must be born by the buyer, which is Perum BULOG Yogyakarta Regional Division in this case.

Kata Kunci : Hukum Perjanjian,Jaminan, Pengadaan Gabah, sales contract, security, rice.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.