Evaluasi Ergonomi Lingkungan Kerja, Postur Tubuh, Proses Kerja, dan Penerapan 5S pada Bagian Revisi (Rework) di PT Java Connection
Ilman Nurrafi Raditiyo, Ir. Rini Dharmastiti, M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng.
2026 | Skripsi | TEKNIK INDUSTRI
Bagian rework pada proses produksi furnitur kayu berbahan baku kayu daur ulang di PT Java Connection memiliki karakteristik pekerjaan yang bervariasi dengan tuntutan ketelitian visual tinggi, sehingga pekerja sering mengadopsi postur tubuh yang tidak netral. Selain itu, area ini juga berpotensi memunculkan aktivitas kerja non produktif akibat penataan alat dan material yang belum tertata baik, kondisi lingkungan kerja yang belum terukur, serta penerapan prinsip 5S yang belum maksimal. Berbagai kondisi tersebut berpotensi menimbulkan risiko ergonomi dan menurunkan produktivitas kerja. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi ergonomi lingkungan kerja, proses kerja, postur tubuh, serta penerapan prinsip 5S, dan memberikan rekomendasi perbaikan kondisi kerja berdasarkan hasil evaluasi.
Penelitian ini dilakukan melalui pengamatan dan pengukuran langsung di area rework. Lingkungan kerja dinilai dengan mengukur iklim kerja panas menggunakan heat stress monitor dan tingkat pencahayaan menggunakan lux meter, proses kerja dianalisis menggunakan metode work sampling, postur kerja dinilai dengan metode REBA, dan area kerja dinilai berdasarkan prinsip 5S (sort, set in order, shine, standardize, dan sustain).
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tingkat iklim kerja di area rework telah memenuhi Nilai Ambang Batas (NAB) iklim kerja panas, sedangkan rata-rata tingkat pencahayaan pada beberapa titik pengukuran masih berada di bawah standar 200 lux. Proses kerja rework didominasi proporsi aktivitas produktif dengan rata-rata 77,31%±6,43%, namun masih terdapat proporsi aktivitas non produktif sebesar 22,69%±6,43% terdiri atas personal time, idle, searching, dan walking. Penilaian postur kerja menunjukkan tiga pekerja memiliki skor 8, 9, dan 10 dengan kategori tingkat risiko tinggi dengan tindakan perubahan yang diperlukan segera, sedangkan dua pekerja memiliki skor 7 dengan kategori tingkat risiko sedang dengan tindakan perubahan yang tetap diperlukan. Penerapan prinsip 5S belum maksimal dengan skor aktual 70%, pilar sort menunjukkan penerapan paling baik, sedangkan pilar standardize merupakan pilar terlemah. Rekomendasi perbaikan mencakup penambahan lampu pada titik pengukuran yang belum memenuhi standar untuk meningkatkan kualitas pencahayaan, pengaturan waktu personal time dan idle menjadi microbreak yang terstruktur, penataan alat dan material serta tempat penyimpanan yang jelas untuk mengurangi aktivitas non produktif searching dan walking, penyesuaian fasilitas dan posisi benda kerja agar postur kerja pekerja rework lebih mendekati posisi netral, serta penguatan penerapan prinsip 5S dengan memperkuat pilar set in order melalui penetapan tempat penyimpanan alat dan material yang jelas serta pemberian label pada rak dan wadah penyimpanan, dan memperkuat pilar standardize melalui penyusunan panduan visual yang memuat prosedur kerja sederhana.
The rework section in the
production process of wooden furniture made from recycled wood at PT Java
Connection has various job characteristics with high visual accuracy demands,
causing workers to frequently adopt non neutral body postures.In addition, this
area also has the potential to generate non productive work activities due to
poorly organized tools and material, unmeasured working environment conditions,
and suboptimal implementation of the 5S principles. These conditions may lead
to ergonomic risks and reduced work productivity. Therefore, this study aims to
evaluate the ergonomic conditions of the working environment, work processes,
body postures, and the implementation of 5S, as well as to provide
recommendations for improvements to working conditions based on the evaluation
results.
Kata Kunci : Ergonomi, Lingkungan Kerja, Proses Kerja, Postur Tubuh, 5S