Curahan Tenaga Kerja Usaha Tani Kopi Robusta di Kawasan Agroforestri KPH Kedu Utara Kecamatan Bejen Kabupaten Temanggung
Raihan Abdul Wahab, Agus Dwi Nugroho,S.P., M.Sc., Ph.D.; Prof. Dr. Jangkung Handoyo Mulyo, M.Ec.; Prof. Dr. Jamhari, S.P., M.P.
2026 | Skripsi | SOS.EK. PERTANIAN (AGROBISNIS)
Penelitian ini bertujuan untuk: (1)
menganalisis jumlah curahan tenaga kerja yang terlibat dalam usaha tani kopi
robusta di kawasan agroforestri KPH Kedu Utara Kecamatan Bejen Kabupaten
Temanggung, (2) mengetahui produktivitas tenaga kerja pada usaha tani kopi
robusta, dan (3) mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi produktivitas tenaga
kerja pada usaha tani kopi robusta. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2025 di
Kecamatan Bejen, Kabupaten Temanggung. Lokasi penelitian ditentukan secara
purposive dengan metode dasar survei. Sampel penelitian terdiri atas 30 petani
kopi robusta yang dipilih menggunakan metode quota sampling. Data diperoleh
melalui wawancara, observasi, pencatatan, dan studi pustaka. Data dianalisis
menggunakan analisis deskriptif untuk mengetahui curahan tenaga kerja
berdasarkan tahapan kegiatan, analisis produktivitas tenaga kerja dengan
pendekatan rasio penerimaan terhadap Hari Kerja Orang (HKO), serta analisis
regresi linier berganda menggunakan metode Ordinary Least Square (OLS)
untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi produktivitas tenaga kerja.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa curahan tenaga kerja terbesar terdapat pada
kegiatan panen sebesar 28,55 HKO/tahun. Produktivitas tenaga kerja usaha tani
kopi robusta sebesar Rp919.744/HKO, yang lebih tinggi dibandingkan tingkat upah
yang berlaku sehingga tenaga kerja tergolong produktif. Hasil analisis regresi
menunjukkan bahwa upah tenaga kerja, pengalaman usaha tani, dan pendidikan
petani berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja,
sedangkan usia petani, luas lahan, dan jumlah anggota keluarga tidak
berpengaruh signifikan. Saran penelitian adalah (1) petani perlu mengoptimalkan
penggunaan alat bantu sederhana atau menerapkan metode kerja yang lebih
efisien, terutama pada tahap panen, untuk mengurangi penggunaan waktu dan
tenaga kerja tanpa menurunkan hasil produksi, (2) petani perlu menerapkan
standarisasi upah tenaga kerja yang disesuaikan dengan jenis pekerjaan dan
tingkat kesulitan kerja guna meningkatkan motivasi serta produktivitas tenaga
kerja, dan (3) pemerintah perlu meningkatkan program pendampingan, penyuluhan,
dan pelatihan teknis budidaya kopi robusta guna meningkatkan kapasitas sumber
daya manusia petani sehingga produktivitas usaha tani dapat meningkat secara
berkelanjutan.
This research aims to: (1)
analyze the labor allocation involved in Robusta coffee farming within the
agroforestry area of KPH Kedu Utara, Bejen District, Temanggung Regency; (2)
examine labor productivity in Robusta coffee farming; and (3) identify the factors
affecting labor productivity in Robusta coffee farming. The study was conducted
in 2025 in Bejen District, Temanggung Regency. The research location was
selected purposively, and the study employed a survey method. The sample
consisted of 30 Robusta coffee farmers selected using quota sampling. Data were
collected through interviews, observations, record reviews, and literature
studies. The data were analyzed using descriptive analysis to examine labor
allocation across farming activities, labor productivity analysis based on the
ratio of farm revenue to labor input measured in person-workdays, and multiple
linear regression analysis using the Ordinary Least Squares (OLS) method to
identify the factors affecting labor productivity. The results showed that the
highest labor allocation occurred during the harvesting stage, amounting to
28.55 person-workdays per year. Labor productivity in Robusta coffee farming
reached IDR 919,744 per person-workday, which exceeded the prevailing wage
rate, indicating that labor utilization was productive. The regression analysis
revealed that labor wages, farming experience, and farmers' education had a
positive and significant effect on labor productivity, whereas farmers' age,
farm size, and household size had no significant effect. The study recommends
that: (1) farmers optimize the use of simple tools or adopt more efficient
working methods, particularly during harvesting, to reduce labor and time
requirements without reducing production; (2) farmers implement standardized
wage systems based on job type and work difficulty to improve labor motivation
and productivity; and (3) the government strengthen extension services,
technical assistance, and training programs on Robusta coffee cultivation to
enhance farmers' human capital and promote sustainable improvements in farm
productivity.
Kata Kunci : curahan tenaga kerja, produktivitas tenaga kerja, kopi robusta, agroforestri, usahatani kopi robusta.