Laporkan Masalah

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kesulitan Operasi Kolesistektomi pada Pasien Kolelitiasis dan Kolesistitis di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta Tahun 2024

Neil Amstrong Keri Ayomi, Dr. dr. Adeodatus Yuda Handaya, Sp.B-KBD; dr. Nurcahya Setyawan, Sp.B, Subsp.BD(K)

2025 | Tesis-Spesialis | S2 Ilmu Bedah

Latar Belakang: Kolesistektomi laparoskopik merupakan tata laksana standar untuk kolelitiasis dan kolesistitis simtomatik. Namun, tingkat kesulitan operasi bervariasi antarpasien akibat perbedaan karakteristik klinis, temuan ultrasonografi, dan parameter laboratorium. Identifikasi faktor prabedah yang berhubungan dengan kesulitan operasi sangat penting untuk perencanaan operasi, stratifikasi risiko, dan keselamatan pasien.

Tujuan: Mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kesulitan operasi pada kolesistektomi laparoskopik pada pasien kolelitiasis dan kolesistitis di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.

Metode: Penelitian analitik kuantitatif retrospektif dilakukan menggunakan rekam medis pasien yang menjalani kolesistektomi laparoskopik di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta pada Januari hingga Desember 2024. Sebanyak 103 pasien memenuhi kriteria inklusi. Kesulitan operasi didefinisikan berdasarkan durasi operasi yang dikategorikan menjadi ?1 jam, 1–2 jam, dan >2 jam. Sembilan variabel prabedah dianalisis: usia, jenis kelamin, penebalan dinding kandung empedu, distensi kandung empedu, jumlah leukosit, bilirubin direk, bilirubin total, SGOT, dan SGPT. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Chi-Square.

Hasil: Penebalan dinding kandung empedu merupakan satu-satunya variabel yang berhubungan bermakna dengan durasi operasi (p=0,037). Pasien dengan penebalan dinding memiliki proporsi operasi yang berlangsung lebih dari 2 jam yang lebih tinggi (15,0%) dibandingkan pasien tanpa penebalan (3,2%). Usia, jenis kelamin, distensi kandung empedu, jumlah leukosit, bilirubin direk, bilirubin total, SGOT, dan SGPT tidak menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik dengan durasi operasi.

Kesimpulan: Penebalan dinding kandung empedu pada ultrasonografi prabedah berhubungan bermakna dengan durasi operasi yang lebih panjang pada kolesistektomi laparoskopik, yang mengisyaratkan bahwa perubahan patologis lokal lebih relevan daripada penanda inflamasi sistemik dalam memprediksi kesulitan operasi.

Background: Laparoscopic cholecystectomy is the standard treatment for symptomatic cholelithiasis and cholecystitis. However, operative difficulty varies among patients due to differences in clinical characteristics, ultrasonographic findings, and laboratory parameters. Identifying preoperative factors associated with surgical difficulty is essential for operative planning, risk stratification, and patient safety.

Objective: To identify factors associated with operative difficulty in laparoscopic cholecystectomy among patients with cholelithiasis and cholecystitis at RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.

Methods: A retrospective quantitative analytical study was conducted using medical records of patients who underwent laparoscopic cholecystectomy at RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta from January to December 2024. A total of 103 patients met the inclusion criteria. Operative difficulty was defined by operative duration, categorized as ?1 hour, 1–2 hours, and >2 hours. Nine preoperative variables were analyzed: age, sex, gallbladder wall thickening, gallbladder distension, leukocyte count, direct bilirubin, total bilirubin, SGOT, and SGPT. Bivariate analysis was performed using the Chi-Square test.

Results: Gallbladder wall thickening was the only variable significantly associated with operative duration (p=0.037). Patients with wall thickening had a higher proportion of operations exceeding 2 hours (15.0%) compared to those without thickening (3.2%). Age, sex, gallbladder distension, leukocyte count, direct bilirubin, total bilirubin, SGOT, and SGPT showed no statistically significant associations with operative duration.

Conclusion: Gallbladder wall thickening on preoperative ultrasonography is significantly associated with longer operative duration in laparoscopic cholecystectomy, suggesting that local pathological changes are more relevant than systemic inflammatory markers in predicting surgical difficulty.

Kata Kunci : Kolesistektomi laparoskopik, Kesulitan operasi, Penebalan dinding kandung empedu, Kolelitiasis, Kolesistitis

  1. SPESIALIS-2025-501472-abstract.pdf  
  2. SPESIALIS-2025-501472-bibliography.pdf  
  3. SPESIALIS-2025-501472-tableofcontent.pdf  
  4. SPESIALIS-2025-501472-title.pdf