Laporkan Masalah

Pengaruh Pemberian GA3 pada Pertumbuhan dan Hasil Dua Varietas Bawang Merah (Allium cepa L. Aggregatum group) Asal TSS

Agung Setiawan, Dr. Ir. Endang Sulistyaningsih, M.Sc. ; Valentina Dwi Suci Handayani, S.P., M.Sc., Ph.D.

2026 | Tesis | S2 Agronomi

Lahan pasir pantai merupakan kawasan yang berpotensi untuk pengembangan budidaya bawang merah (Allium cepa L. Aggregatum group), namun pemanfaatannya masih menghadapi berbagai kendala, seperti kesuburan tanah yang rendah, kemampuan menahan air yang terbatas, serta tingginya kehilangan hara akibat pencucian. Di sisi lain, teknologi True Seed Shallot (TSS) menawarkan peluang untuk meningkatkan produksi bawang merah, tetapi penerapannya masih terkendala oleh lambatnya pertumbuhan dan pembentukan bibit pada fase awal, sehingga keberhasilan pembentukan tanaman di lapangan dan adopsinya oleh petani belum optimal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh aplikasi GA3 terhadap kualitas bibit, pertumbuhan vegetatif, respons fisiologis, kandungan fitohormon endogen, dan hasil umbi bawang merah asal TSS. Penelitian dilaksanakan di lahan pasir pantai Samas, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada bulan Juli sampai November 2025. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama yaitu varietas bawang merah terdiri atas Lokananta dan Merdeka. Faktor kedua yaitu aplikasi GA? yang terdiri atas perendaman 0 ppm + penyemprotan 0 ppm, perendaman 0 ppm + penyemprotan 150 ppm, perendaman 100 ppm + penyemprotan 0 ppm, serta perendaman 100 ppm + penyemprotan 150 ppm. Data dianalisis menggunakan analisis ragam pada taraf 5?n dilanjutkan dengan Uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Aplikasi GA? melalui perendaman benih pada konsentrasi 100 ppm secara nyata meningkatkan kualitas bibit, yang ditunjukkan oleh peningkatan tinggi bibit, panjang akar, dan persentase hidup bibit. Kombinasi aplikasi GA? perendaman benih pada konsentrasi 100 ppm dan penyemprotan daun pada konsentrasi 150 ppm merupakan perlakuan yang paling efektif, ditunjukkan dengan luas dan indeks daun optimal, kandungan fitohormon, laju asimilasi bersih, dan jumlah umbi serta indeks panen pada tanaman bawang merah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi aplikasi GA? merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan produktivitas bawang merah asal TSS pada lahan pasir pantai, sehingga mendukung pemanfaatan lahan marginal untuk budidaya bawang merah.

Coastal sandy land has considerable potential for shallot (Allium cepa L. Aggregatum group) cultivation; however, its utilization remains constrained by several unfavorable soil characteristics, including low fertility, poor water-holding capacity, and high nutrient losses through leaching. In addition, although True Seed Shallot (TSS) technology offers a promising alternative for increasing shallot production, its adoption remains limited by slow seedling growth and establishment during the early developmental stage, resulting in poor field establishment and restricted adoption by farmers. This study aimed to evaluate the effects of gibberellic acid (GA?) application on seedling quality, vegetative growth, physiological responses, endogenous phytohormone content, and bulb yield of TSS. The experiment was conducted on the coastal sandy land of Samas, Bantul, Special Region of Yogyakarta, Indonesia, from July to November 2025. A two-factor factorial Randomized Complete Block Design (RCBD) with three replications was employed. The first factor consisted of two shallot varieties, 'Lokananta' and 'Merdeka', leading to the second factor comprised four GA? application treatments: seed soaking at 0 ppm + foliar spraying at 0 ppm, seed soaking at 0 ppm + foliar spraying at 150 ppm, seed soaking at 100 ppm + foliar spraying at 0 ppm, and seed soaking at 100 ppm + foliar spraying at 150 ppm. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) at the 5% significance level, followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Seed soaking with GA? at 100 ppm significantly improved seedling quality, as indicated by increased seedling height, root length, and seedling survival rate. The combined application of seed soaking with GA? at 100 ppm and foliar spraying at 150 ppm was the most effective treatment, resulting in optimal leaf area and leaf area index, enhanced endogenous phytohormone content, higher net assimilation rate, and increased bulb number and harvest index. These findings demonstrate that the combined application of GA? is an effective strategy for improving the productivity of TSS on coastal sandy land, thereby supporting the sustainable utilization of marginal land for shallot cultivation.

Kata Kunci : Bawang Merah, TSS, Varietas, GA?

  1. S2-2026-525867-abstract.pdf  
  2. S2-2026-525867-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-525867-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-525867-title.pdf