Laporkan Masalah

Pengembangan Interpretasi Heritage di Makam Raden Intan II Kabupaten Lampung Selatan Melalui Pendekatan Storytelling

Fannie Purnama Aditya, Dr. Mohamad Yusuf, M.A.;Dr. Dyah Titisari Widyastuti, S.T., MUDD.

2026 | Tesis | S2 Magister Kajian Pariwisata

Interpretasi heritage merupakan elemen penting dalam membantu pengunjung memahami nilai sejarah, budaya, dan makna suatu situs heritage. Namun, praktik interpretasi di Makam Raden Intan II masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan media interpretasi, belum tersusunnya storytelling secara sistematis, serta belum optimalnya koordinasi antar pengelola. Kondisi tersebut menyebabkan penyampaian informasi sejarah belum sepenuhnya mampu membangun pemahaman pengunjung secara utuh. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis kondisi existing interpretasi heritage di Makam Raden Intan II; (2) menganalisis pemahaman pengunjung terhadap interpretasi heritage; dan (3) merumuskan pengembangan interpretasi heritage berbasis storytelling di Makam Raden Intan II. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi terhadap pengelola, juru pelihara, ahli waris, pemandu wisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Selatan, serta pengunjung. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interpretasi heritage di Makam Raden Intan II telah dilaksanakan melalui interpretasi langsung dan tidak langsung, namun belum terintegrasi secara optimal sehingga pemahaman pengunjung masih sangat bergantung pada penjelasan narasumber. Pengunjung umumnya memahami sejarah perjuangan Raden Intan II, nilai-nilai kepahlawanan, serta makna heritage yang dimiliki kawasan makam, meskipun kedalaman pemahaman berbeda sesuai karakteristik pengunjung dan media interpretasi yang digunakan. Penelitian ini merumuskan pengembangan interpretasi heritage berbasis storytelling berdasarkan lima parameter efektivitas interpretasi, yaitu relevansi dan koneksi personal, kedalaman dan keutuhan pesan, keterlibatan emosional, kesesuaian media dan audiens, serta sensitivitas memorial. Kelima parameter tersebut menjadi dasar dalam merumuskan pengembangan interpretasi yang diharapkan mampu meningkatkan pemahaman pengunjung terhadap nilai sejarah dan warisan budaya di Makam Raden Intan II.

Heritage interpretation plays an important role in helping visitors understand the historical, cultural, and heritage values of a heritage site. However, interpretation practices at the Tomb of Raden Intan II still face several challenges, including limited interpretive media, the absence of structured storytelling, and inadequate coordination among site managers. These conditions have limited the effectiveness of interpretation in fostering visitors’ understanding of the site’s historical significance. Therefore, this study aims to: (1) analyze the existing condition of heritage interpretation at the Tomb of Raden Intan II; (2) examine visitors’ understanding of heritage interpretation; and (3) formulate the development of storytelling-based heritage interpretation at the site. This study employed a qualitative approach using a case study design. Data were collected through observations, interviews, and document analysis involving site managers, caretakers, heirs, tour guides, officials from the South Lampung Tourism and Culture Office, and visitors. Data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, consisting of data condensation, data display, and conclusion drawing and verification. The trustworthiness of the data was ensured through source, technique, and time triangulation. The findings reveal that heritage interpretation at the Tomb of Raden Intan II has been implemented through both personal and non-personal interpretation; however, the interpretation system has not yet been optimally integrated, causing visitors’ understanding to rely heavily on explanations provided by interpreters. Visitors generally understood the historical struggle of Raden Intan II, the values of heroism, and the heritage significance of the site, although the depth of understanding varied according to visitor characteristics and the interpretive media used. This study formulates a storytelling-based heritage interpretation framework based on five interpretation effectiveness parameters: personal relevance and connection, depth and completeness of the message, emotional engagement, appropriateness of media and audience, and memorial sensitivity. These parameters provide a foundation for developing more effective heritage interpretation to enhance visitors’ understanding while preserving the historical and cultural values of the Tomb of Raden Intan II.


Kata Kunci : Interpretasi heritage, Storytelling, Pemahaman Pengunjung, Efektivitas Interpretasi, Makam Raden Intan II, Heritage Interpretation, Storytelling, Visitor Understanding, Interpretation Effectiveness, Tomb of Raden Intan II

  1. S2-2026-535883-abstract.pdf  
  2. S2-2026-535883-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-535883-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-535883-title.pdf