Evaluasi Kesesuaian Geometri Jalan Tambang PT Weda Bay Nickel Menggunakan Foto Udara Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Berdasarkan Keputusan Menteri ESDM NO. 1827 K/30/MEM/2018
Aufa Alfina Nasywa, Ir. Hanif Ilmawan, S.T., M.Eng., IPP.
2026 | Tugas Akhir | D4 TEKNOLOGI SURVEI DAN PEMETAAN DASAR
Jalan tambang merupakan infrastruktur penting dalam kegiatan pertambangan yang berperan mendukung kelancaran pengangkutan material serta operasional tambang. Pembangunan dan pengelolaan jalan tambang mengacu pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 1827 K/30/MEM/2018 yang memuat pedoman teknis jalan tambang, termasuk standar geometri jalan. Ketidaksesuaian geometri jalan dapat meningkatkan risiko kecelakaan kerja, memperbesar konsumsi bahan bakar, dan menurunkan efisiensi operasional tambang. Evaluasi geometri jalan perlu dilakukan untuk memastikan kesesuaiannya dengan standar yang berlaku. Namun, metode survei terestris yang umum digunakan memerlukan waktu dan tingkat risiko keselamatan yang relatif tinggi. Perkembangan teknologi Unmanned Aerial Vehicle (UAV) menawarkan alternatif pengumpulan data spasial yang lebih cepat dan aman. Proyek akhir ini bertujuan mengkaji kesesuaian geometri jalan tambang berdasarkan KepMen ESDM Nomor 1827 K/30/MEM/2018 menggunakan data foto udara UAV di site PT Weda Bay Nickel, serta menilai akurasi geometrik produk fotogrametri yang dihasilkan.
Bahan yang digunakan dalam proyek akhir ini berupa data foto udara hasil pemotretan UAV di area jalan tambang PT Weda Bay Nickel beserta 58 titik Ground Control Point (GCP) untuk proses georeferencing dan 27 titik Independent Check Point (ICP) untuk perhitungan akurasi. Metode yang digunakan meliputi pengolahan data foto udara UAV dengan teknik fotogrametri digital melalui tahapan Structure from Motion (SfM), Bundle Adjustment, dan Multi View Stereo (MVS) untuk menghasilkan dense point cloud. Akurasi spasial produk fotogrametri diuji melalui perhitungan Root Mean Square Error (RMSE), Circular Error 90% (CE90), dan Linear Error 90% (LE90). Dense point cloud hasil pengolahan selanjutnya difilter dan digunakan untuk membangun model permukaan Triangulated Irregular Network (TIN) pada perangkat lunak Autodesk Civil 3D. Tahap berikutnya adalah pembentukan alignment, stationing, profil memanjang, dan profil melintang guna memperoleh parameter geometri jalan yang meliputi lebar jalan, grade, kemiringan melintang, dan tinggi tanggul pengaman. Hasil pengukuran setiap parameter kemudian dibandingkan dengan standar yang ditetapkan dalam KepMen ESDM Nomor 1827 K/30/MEM/2018.
Hasil proyek akhir menunjukkan bahwa produk fotogrametri memiliki RMSE horizontal sebesar 0,495 m dan RMSE vertikal sebesar 0,844 m, yang menghasilkan nilai CE90 sebesar 0,751 m dan LE90 sebesar 1,388 m. Analisis geometri jalan tambang pada STA 0+000 hingga STA 3+000 menunjukkan bahwa seluruh segmen memenuhi standar lebar jalan dan grade maksimum yang dipersyaratkan. Namun, masih ditemukan beberapa segmen yang tidak memenuhi ketentuan kemiringan melintang dan tinggi tanggul pengaman minimum. Hasil proyek akhir menunjukkan bahwa data foto udara UAV dapat digunakan sebagai sumber data yang efektif untuk mengevaluasi kondisi aktual dari geometri jalan tambang serta mendukung pengawasan keselamatan dan pengelolaan infrastruktur jalan tambang secara lebih efisien.
Mining roads are a critical component of mining infrastructure, playing a key role in ensuring the smooth transport of materials and the efficient operation of mining sites. The construction and management of mining roads are governed by Ministry of Energy and Mineral Resources Decree No. 1827 K/30/MEM/2018, which sets forth technical guidelines for mining roads, including road geometry standards. Non-compliance with road geometry standards can increase the risk of workplace accidents, raise fuel consumption, and reduce mining operational efficiency. Road geometry evaluations must be conducted to ensure compliance with applicable standards. However, commonly used terrestrial survey methods are time-consuming and involve relatively high safety risks. Advances in Unmanned Aerial Vehicle (UAV) technology offer a faster and safer alternative for collecting spatial data. This final project aims to assess the compliance of mine road geometry with Ministry of Energy and Mineral Resources Decree No. 1827 K/30/MEM/2018 using UAV aerial imagery data at the PT Weda Bay Nickel site and to evaluate the geometric accuracy of the resulting photogrammetric products.
The data used in this final project consist of aerial imagery captured by a UAV in the PT Weda Bay Nickel mine road area, along with 58 Ground Control Points (GCPs) for georeferencing and 27 Independent Check Points (ICPs) for accuracy calculations. The methods employed included processing UAV aerial imagery using digital photogrammetry techniques through the stages of Structure from Motion (SfM), Bundle Adjustment, and Multi-View Stereo (MVS) to generate a dense point cloud. The spatial accuracy of the photogrammetric products was evaluated by calculating the Root Mean Square Error (RMSE), Circular Error 90% (CE90), and Linear Error 90% (LE90). The processed dense point cloud was then filtered and used to build a Triangulated Irregular Network (TIN) surface model in Autodesk Civil 3D. The next stage involved the creation of alignments, stationing, longitudinal profiles, and cross-sections to obtain road geometry parameters, including road width, grade, cross-slope, and safety embankment height. The measured values for each parameter were then compared with the standards set forth in Ministry of Energy and Mineral Resources Decree No. 1827 K/30/MEM/2018.
The final project results show that the photogrammetric product has a horizontal RMSE of 0.495 m and a vertical RMSE of 0.844 m, resulting in a CE90 value of 0.751 m and an LE90 value of 1.388 m. An analysis of the mine road geometry from STA 0+000 to STA 3+000 shows that all segments meet the required road width and maximum grade standards. However, several segments were found not to meet the requirements for cross-slope and minimum safety embankment height. The final project results demonstrate that UAV aerial imagery can serve as an effective data source for evaluating the actual condition of mine road geometry and supporting more efficient safety monitoring and management of mine road infrastructure.
Kata Kunci : jalan tambang, UAV, fotogrametri digital, point cloud, geometri jalan tambang, KepMen ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018, akurasi spasial