Laporkan Masalah

Eksplorasi Keterampilan Memfasilitasi Pembelajaran Praktikum Laboratorium yang Diperlukan oleh Asisten Praktikum di Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Rasdita Nurhidayati, Near Peer teaching, Practicum Assistant, Laboratory Practicum

2026 | Tesis | S2 Ilmu Pendidikan Kedokteran

Latar Belakang: Pembelajaran sebaya adalah proses belajar yang sering diterapkan di lingkungan pendidikan berbasis pengalaman (experential learning) dan salah satu contohnya adalah pembelajaran praktikum. Asisten praktikum sebagai sebaya merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan pembelajaran praktikum laboratorium di pendidikan kedokteran agar proses belajar efektif, interaktif, dan berorientasi pada luaran yang diharapkan. Asisten praktikum tidak hanya dituntut menguasai materi, tetapi memiliki keterampilan pedagogis seperti pemberian umpan balik, memfasilitasi diskusi, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Namun keterampilan seperti ini belum terdefinisikan dengan jelas atau dikembangkan secara sistematis dalam bentuk pelatihan asisten. Oleh karena itu diperlukan eksplorasi mendalam mengenai keterampilan fasilitasi yang dibutuhkan oleh asisten praktikum. 

Tujuan: mengetahui kemampuan yang diperlukan asisten praktikum untuk mengoptimalkan perannya dalam pembelajaran praktikum laboratorium di fakultas Kedokteran.

Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yanng mengeksplorasi gambaran tiga sudut pandang praktikan, asisten praktikum, dan dosen pengampu melalui wawancara mendalam dan observasi. 

Hasil: Asisten praktikum memiliki peran strategis pada empat fase utama praktikum laboratorium yaitu pre-praktikum, praktikum, diskusi kelompok kecil, dan pasca praktikum. Dalam memfasilitasi empat fase tersebut asisten praktikum memiliki kemampuan yang secara umum sudah baik namun  bervariasi, inkonsisten, dan adanya potensi kerentanan wewenang. Kemampuan yang ideal untuk asisten praktikum miliki adalah akademik yang baik, pedagogi, komunikasi efektif, komunikasi dan empatik, kemampuan teknis, profesionalisme, kepemimpinan, berpikir kritis, dan manajemen waktu. 

Kesimpulan: Asisten praktikum dengan peran strategisnya pada setiap fase memerlukan standarisasi kemampuan dan peran agar proses pembelajaran bisa berjalan lebih baik lagi. 

Background: 

Peer Assisted Learning is commonly implemented in health and medical education approach where it frequently incorporates experiential learning process as example laboratory practicum. The quality of this type of learning in medical education is strongly influenced by the ability of teaching assistant. However some specific skills are often not clearly defined or systematically developed withis existing training program. Therefor an indepth exploration of the facilitation skill required by teaching assistant, particularly at the Medical faculty of Lambung Mangkurat University. 

Objective: 

To Identify the competencies required by teaching assistants to optimize their roles in laboratory practicum learning within the Medical Faculty of Lambung  Mangkurat University. 

Results: 

Teaching assistants play a crucial role across for main phase of laboratory praactium: pre practicum, practicum, small group discussion, and post practicum. Across thes phases teaching assistant show variation, inconsistencies, and authority abuse potential. Therefore, appropriate training and development programs are needed, which are integrated into the curriculum and implemented longitudinally, focusing on key competencies including academic performance, pedagogic skill, communication and empathy, technical, leadership, profesionalisme, critical thinking, and time management. 

Conclusion: 

Teaching assistants have an essential and systemic role across each critical phase of practicum learning process. Although they generally possess the necessary competencies, the absance of standardized framework results in variability, inconsistency, and potential of authority-related vulnerability. This underscore the need for systemic evaluation and monitoring, structured training, and continous development. 

Kata Kunci : Near Peer teaching, Asisten Praktikum, Praktikum Laboratorium

  1. S2-2026-495788-abstract.pdf  
  2. S2-2026-495788-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-495788-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-495788-title.pdf