Laporkan Masalah

Kesiapan Masyarakat Dalam Pemanfaatan Infrastrukstur Di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan IKN Nusantara Provinsi Kalimantan Timur

Rizki Nur Hidayat, Alia Bihrajihant Raya, S.P., M.P., Ph.D.; Prof. Ir. Mujtahidah Anggriani Ummul Muzayyanah, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM.;Ratih Ineke Wati, S.P., M.Agr., Ph.D ;Ir. Tian Jihadhan Wankar, S.Pt., M.Sc., Ph.D.,

2026 | Disertasi | S3 Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan

INTISARI

Pembangunan Ibu Kota Nusantara tidak hanya memerlukan kesiapan fisik kawasan, tetapi juga kesiapan masyarakat dalam menggunakan dan memperoleh manfaat dari infrastruktur serta layanan yang dibangun. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kesiapan masyarakat, menganalisis pengaruh faktor internal dan faktor eksternal, menguji hubungan kedua faktor tersebut, serta merumuskan model strategi penguatan kesiapan masyarakat dalam memanfaatkan infrastruktur IKN.

Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei potong lintang terhadap 329 masyarakat berusia 18–60 tahun yang berdomisili sekurang-kurangnya lima tahun di Kecamatan Penajam, Sepaku, Babulu, dan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara. Kesiapan masyarakat diukur menggunakan enam dimensi Community Readiness Model, yaitu usaha masyarakat, pengetahuan tentang program, peran tokoh masyarakat, kondisi masyarakat, pemahaman masalah, dan ketersediaan sumber daya. Faktor internal terdiri atas motivasi, keterampilan, dan pendidikan, sedangkan faktor eksternal terdiri atas pelatihan, media, dan dukungan ekonomi bagi UMKM. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan Structural Equation Modeling dengan metode Maximum Likelihood melalui AMOS.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapan masyarakat mencapai 67,71 persen dengan nilai rata-rata 3,39 dan termasuk kategori siap. Faktor internal berpengaruh positif dan sangat signifikan terhadap kesiapan masyarakat dengan koefisien jalur terstandarisasi sebesar 0,398, nilai Critical Ratio 6,030, dan p < 0>

Penelitian ini menghasilkan model kontekstual yang menempatkan kapasitas internal sebagai dasar pembentuk kesiapan dan dukungan eksternal sebagai penguat penerapan kapasitas tersebut. Penguatan kesiapan perlu diarahkan pada pelatihan berkelanjutan, peningkatan keterampilan praktis dan digital, pemerataan informasi, pendampingan UMKM, penguatan tokoh dan kelembagaan , serta pelibatan masyarakat secara bermakna. Hasil penelitian dibatasi pada kesiapan yang dipersepsikan oleh masyarakat di empat kecamatan dan tidak dimaksudkan sebagai evaluasi teknis infrastruktur ataupun ukuran penggunaan aktual seluruh fasilitas IKN.

Kata kunci: Kesiapan Masyarakat; Infrastruktur IKN; Community Readiness Model; Structural Equation Modeling; Adaptasi Masyarakat.

ABSTRACT

The development of Indonesia’s new capital city, Nusantara, requires not only the physical readiness of the area but also community readiness to use and benefit from the infrastructure and services being developed. This study aimed to assess community readiness, examine the effects of internal and external factors, investigate the relationship between these factors, and formulate a strategic model for strengthening community readiness to utilize IKN infrastructure.

A quantitative cross-sectional survey was conducted with 329 respondents aged 18–60 years who had lived for at least five years in Penajam, Sepaku, Babulu, and Waru Districts, Penajam Paser Utara Regency. Community readiness was measured using six dimensions of the Community Readiness Model: community effort, program knowledge, community leadership, community climate, problem understanding, and resource availability. Internal factors comprised motivation, skills, and education, whereas external factors comprised training, media, and economic support for micro, small, and medium enterprises. The data were analyzed descriptively and through Structural Equation Modeling using the Maximum Likelihood method in AMOS.

The results showed that community readiness reached 67.71 percent, with a mean score of 3.39, and was classified as ready. Internal factors had a positive and highly significant effect on community readiness, with a standardized path coefficient of 0.398, a Critical Ratio of 6.030, and p < 0>

This study proposes a contextual model in which internal capacity constitutes the foundation of readiness, while external support strengthens the application of that capacity. Readiness-enhancement strategies should therefore prioritize continuous training, practical and digital skills, equitable access to information, business assistance, stronger local leadership and institutions, and meaningful community participation. The findings are limited to respondents’ perceived readiness in four districts and should not be interpreted as a technical assessment of infrastructure performance or as a measure of the actual use of all IKN facilities.

Keywords: community readiness; IKN infrastructure; Community Readiness Model; Structural Equation Modeling; community adaptation.

Kata Kunci : Kesiapan Masyarakat; Infrastruktur IKN; Community Readiness Model; Structural Equation Modeling; Adaptasi Masyarakat.

  1. S3-2026-523922-abstract.pdf  
  2. S3-2026-523922-bibliography.pdf  
  3. S3-2026-523922-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2026-523922-title.pdf