Pengaruh Injeksi Eksosom HWJ-MSCs secara Intraperitoneal Pascainjeksi Siklofosfamid pada Jaringan Ovarium Mencit: Kajian Ekspresi Protein CD63, Ekspresi mRNA VEGF-A dan GDF-9
Maryatul Qibtiyah, Dr. dr. Ratna Dewi Puspita, M.Sc.; dr. Agung Dewanto, Sp.O.G., Subsp.F.E.R., Ph.D.
2026 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Dasar dan Biomedis
Latar Belakang: Penggunaan siklofosfamid dalam kemoterapi tidak hanya membunuh sel kanker, namun juga memberikan efek samping pada pasien. Siklofosfamid pada pasien wanita dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan ovarium seperti apoptosis pada sel granulosa dan oosit yang dapat mengakibatkan penurunan kemampuan reproduksi, yang ditandai dengan penurunan ekspresi VEGF-A dan GDF-9 sebagai penanda angiogenesis dan perkembangan folikel. Eksosom dari Human Wharton’s Jelly Mesenchymal Stem Cells (HWJ-MSCs) diketahui dapat memperbaiki jaringan ovarium yang rusak akibat kemoterapi dengan cara meningkatkan angiogenesis dan folikulogenesis sel-sel granulosa pada ovarium. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis optimal dari eksosom HWJ-MSCs terhadap ekspresi protein CD63, ekspresi mRNA VEGF-A dan GDF-9 pada model mencit pascainjeksi kemoterapi. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 48 ekor mencit BALB/c betina usia 8 minggu dan dibagi menjadi 4 kelompok. Dosis eksosom yang digunakan adalah 4.25x10? dan 1.7x10? partikel/ml yang dilarutkan dalam 10 ?l Phosphate Buffer Saline (PBS). Pemberian eksosom dilakukan sekali pada hari ke-15 setelah model kerusakan ovarium pascakemoterapi terkonfirmasi. Terminasi bertahap dilakukan pada hari ke 16, 18, dan 20 untuk mengetahui keberadaan eksosom di dalam ovarium dan membandingkan efek antarkelompok. Hewan coba diterminasi dan diambil sampel organ ovarium untuk pengecatan imunohistokimia dan analisis transkriptomik menggunakan qRT-PCR. Hasil Penelitian: Pemberian eksosom dengan dua dosis yang berbeda dapat dideteksi dalam jaringan ovarium mencit pascainjeksi siklofosfamid pada hari ke-1 hingga hari ke-3 yang ditunjukkan oleh sinyal positif dari protein CD63 di ovarium. Namun pemberian eksosom selama 5 hari tidak memberikan efek yang berbeda signifikan pada kelompok CTX dan kelompok CTX+Exo dari penanda mRNA VEGF-A dan GDF-9. Kesimpulan: Eksosom dengan dosis 4.25x10? dan 1.7x10? partikel/ml dapat diterapkan pada penelitian terkait efek regeneratif eksosom karena terdeteksi di jaringan target, namun perlu diperhatikan jangka waktu penelitian yang dilakukan sehingga efek dapat terlihat.
Background: The use of cyclophosphamide in chemotherapy not only kills cancer cells, but also causes side effects in patients. Cyclophosphamide in female patients can cause damage to ovarian tissue, such as apoptosis in granulosa cells and oocytes, which can lead to a decrease in reproductive capacity characterized by reduced expression of VEGF-A and GDF-9–markers of angiogenesis and follicular development. Exosomes from Human Wharton's Jelly Mesenchymal Stem Cells (HWJ-MSCs) are known to repair ovarian tissue damaged by chemotherapy by increasing angiogenesis and folliculogenesis in the ovaries. Research Objective: This study aims to determine the presence of HWJ-MSCs exosomes and their effect on VEGF-A mRNA expression and GDF-9 mRNA expression in a mouse model receiving post-chemotherapy injections. Method: This study was conducted using 48 female BALB/c mice aged 8 weeks and divided into 4 groups. The exosome doses used were 4.25x10? and 1.7x10? particles/ml dissolved in 10 ?l Phosphate Buffer Saline (PBS). Exosome administration was performed once on day 15 after the post-chemotherapy ovarian damage model was confirmed. Gradual termination was performed on days 16, 18, and 20 to determine the presence of exosomes in the ovaries and compare the effects between groups. The experimental animals were terminated and ovarian organ samples were taken for immunohistochemical staining and transcriptomic analysis using qRT-PCR. Results: The administration of exosomes at two different doses can be detected in the ovarian tissue of mice post-cyclophosphamide injection on days 1 to 3, as indicated by positive signals from the CD63 protein in the ovaries. However, administration of exosomes for 5 days did not produce a significantly different effect on the CTX group and the CTX+Exo group in terms of the VEGF-A and GDF-9 mRNA markers. Conclusion: Exosomes with doses of 4.25x105 and 1.7x106 particles/ml can be applied in research related to the regenerative effects of exosomes because they are detected in target tissues, but the duration of the research needs to be considered so that the effects can be observed.
Kata Kunci : Eksosom, GDF-9, HWJ-MSCs, Ovarium, VEGF-A