Laporkan Masalah

Pemanfaatan teknologi penginderaan jauh dan sistem informasi geografi untuk pembuatan model kerawanan pencurian kayu jati

Ari Sutanto, Taufik Hery Purwanto, S.Si., M.Si.

2004 | Tugas Akhir | D3 PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI SV

Saat ini pengelolaan hutan menghadapi tantangan dan masalah. Kondisi hutan Perum Perhutani (PHT) yang mengalami penurunan kualitas dan kuantitas secara drastis akhir-akhir ini terjadi di banyak tempat, termasuk di Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Randublatung yang merupakan KPH produktif di wilayah kerja PHT Unit I Jawa Tengah. Potensi tegakan jati pada kurun waktu tahun 1998 hingga tahun 2000 menunjukkan angka yang menurun. Hal ini ditunjukkan oleh komposisi kelas hutan yang saat ini didominasi oleh Kelas Umur muda (KU I) seluas 7.369,0 Ha atau 33,2% dari kelas hutan produktif. Idealnya KU muda kurang lebih seluas 12,5% atau 1/8 dari luas kawasan hutan. Dominasi KU muda ini akibat dari hasil penanaman kembali (reboisasi) Tanah Kosong (TK) bekas penjarahan tahun 1998, hingga tahun 2000. Lebih ironis lagi, pada pasca penjarahan mengakibatkan munculnya tanah kosong baru yang sedemikian luas, yaitu seluas 5.222,6 Ha atau 16% dari luas kawasan hutan. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini berusaha mengetahui faktor-faktor apa yang berpengaruh terhadap tingkat kerawanan pencurian kayu dilihat dari aspek keruangan. Apakah aspek keruangan ini berpengaruh terhadap intensitas pencurian kayu, ataukah sebuah aspek yang tidak memiliki latar belakang yang berlogika, teknologi Penginderaan Jauh dimanfaatkan untuk memperoleh data Spasial yang multi temporal dan multispekral, sedangkan Sistem Informasi Geografi (SIG), dimanfaatkan dalam pemasukkan, pengelolaan, memberi dan mengambil kembali, manipuasi dan analisis data serta memberi uraian dan jawaban dari pertanyaan diatas. Parameter fisik spasial yang menjadi faktor tingkat kerawanan pencurian adalah potensi kayu jati, aksesibilitas (akses terhadap pemukiman, jalan, POS Kowil, dan sungai) kelerengan, keadaan sosial ekonomi dan kependudukan. Parameter-parameter ini diolah dan disajikan dengan mengintegrasikan teknologi Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografi. Berdasarkan hasil analisis kerawanan pencurian pada tahun 2000 menunjukkan zona daerah sangat rawan sebesar 7.165,6 Ha (46,2%), dari keseluruhan wilayah hutan. Sedangkan untuk daerah rawan sebesar 7.204,22 Ha (46,6%). Dan untuk zona tidak rawan sebesar 1.134,69 (7,3%) dari analisis ini tekanan terhadap hutan sangatlah besar ditunjukkan dari persentase zona sangat rawan dan rawan memiliki persentase sangat tinggi.

-

Kata Kunci : Penginderaan jauh, sistem informasi geografi,pencurian kayu jati

  1. TA-2004-142374-abstract.pdf  
  2. TA-2004-142374-bibliography.pdf  
  3. TA-2004-142374-tableofcontent.pdf  
  4. TA-2004-142374-title.pdf