Laporkan Masalah

Tingkat Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Pencegahan Penyakit Ginjal Kronik Pada Masyarakat di Indonesia

Suyamei Lavita, apt. Anna Wahyuni Widayanti, M.P.H., Ph.D.; Prof. Dr. apt. Chairun Wiedyaningsih, M.Kes., M.App.Sc.

2026 | Tesis | Magister Manajemen Farmasi

Penyakit Ginjal Kronik (PGK) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang bersifat progresif dan irreversible. Tingginya prevalensi faktor risiko, terutama hipertensi dan diabetes melitus, berkontribusi terhadap kejadian PGK dan meningkatkan beban pembiayaan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan PGK pada masyarakat; menganalisis hubungan karakteristik responden dengan tingkat pengetahuan mengenai PGK; serta menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dan sikap dengan perilaku pencegahan PGK. 
Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan secara daring pada masyarakat berusia 18-50 tahun di lima wilayah Indonesia menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang mencakup karakteristik responden, tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan PGK serta telah melalui pengujian validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan uji Mann-Whitney, Kruskal Wallis, korelasi Spearman, dan regresi linear berganda. 
Sebanyak 488 responden memenuhi kriteria penelitian. Rata-rata skor pengetahuan mengenai PGK sebesar 15.55 ± 5.38. Terdapat perbedaan skor pengetahuan berdasarkan jenis kelamin (p < 0 p=0.048), p=0.005), p=0.045), p=0.041). rs=0.261; B=0.165; CI=0.067-0.264; p=0.001) B=0.512; CI=0.420-0.605;>

Chronic Kidney Disease (CKD) is a progressive and irreversible non-communicable disease. The high prevalence of risk factors, particularly hypertension and diabetes mellitus, contributes to the development of CKD and increases the burden of healthcare costs. This study aimed to describe the levels of knowledge, attitudes, and preventive behaviors regarding CKD among the general population; analyze the association between respondents’ characteristics and their level of knowledge about CKD; and analyze the association of knowledge and attitudes with CKD preventive behaviors. 

This study employed an observational analytic design with a cross-sectional approach. Data were collected online from individuals aged 18-50 years across five regions of Indonesia using convenience sampling. The research instrument was a questionnaire covering respondents’ characteristics, knowledge, attitudes, and CKD preventive behaviors, which had undergone validity and reliability testing. Data were analyzed using the Mann–Whitney U test, Kruskal–Wallis test, Spearman’s rank correlation, and multiple linear regression. 

A total of 488 respondents met the study criteria. The mean knowledge score regarding CKD was 15.55 ± 5.38. Significant differences in knowledge scores were observed according to sex (p < 0 xss=removed xss=removed xss=removed xss=removed xss=removed xss=removed xss=removed xss=removed xss=removed xss=removed>

Kata Kunci : penyakit ginjal kronik, pengetahuan, sikap, perilaku pencegahan, masyarakat

  1. S2-2026-537405-abstract.pdf  
  2. S2-2026-537405-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-537405-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-537405-title.pdf