Layanan Rumah Susun Terintegrasi dan Kontribusinya Terhadap Penghidupan Penghuni : Studi di Sentra Terpadu Pangudi Luhur Kota Bekasi
Anisa Nur Afifah, Nurhadi, S.Sos., M.Si., Ph.D.
2026 | Tesis | S2 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN
Pertumbuhan kebutuhan hunian
bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di perkotaan menjadi tantangan
serius, terutama karena lahan yang terbatas dan harga
properti yang terusnaik. Sebagian besar rumah susun untuk MBR
umumnya dibangun di
luar lingkungan institusi, bahkan jarang berada di kawasan layanan rehabilitasi
sosial. Hal ini membuat pengadaan Rumah Susun di Sentra Terpadu Pangudi Luhur
(STPL) di Kota Bekasi menjadi menarik untuk dikaji, karena hunian ini dibangun di dalam lingkungan institusi yang
menyediakan berbagai layanan sosial, sehingga penghuni memiliki akses langsung ke
fasilitas dan
layanan rehabilitasi serta pemberdayaan. Penelitian ini bertujuan untuk
menjelaskan jenis layanan yang tersedia di Rumah Susun Sentra Terpadu Pangudi
Luhur serta menganalisis kontribusi layanan tersebut terhadap penghidupan
penghuni berdasarkan pengalaman mereka selama tinggal di rumah susun. Keberadaan
rumah susun yang terintegrasi dengan layanan sosial dalam kawasan sentra
terpadu menjadi konteks penting untuk memahami layanan yang tersedia dan
pengalaman penghuni selama menempati hunian tersebut.
Pendekatan penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif dengan
jenis studi kasus dengan pengumpulan data melalui desk study, observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Penentuan informan dilakukan secara purposif, yang melibatkan empat
orang pengelola rumah susun, satu orang pegawai Sentra Terpadu Pangudi Luhur,
serta delapan belas orang penghuni rumah susun sebagai sumber data. Pendekatan teoritis yang
digunakan adalah teori
hierarki kebutuhan dasar Abraham Maslow, yang digunakan untuk menganalisis layanan dan fasilitas yang tersedia di
rumah susun maupun di Sentra Terpadu Pangudi Luhur, sekaligus memahami pengalaman dalam
memanfaatkan fasilitas dan layanan tersebut. Kemudian penulis juga menggunakan konsep kapabilitas dan kebebasan dari Amartya Sen,
yang digunakan untuk melihat bagaimana penghuni memperoleh dan memanfaatkan kesempatan yang
tersedia dalam mengembangkan kehidupan mereka. Pendekatan metode dan teori tersebut digunakan untuk
memahami bagaimana penghuni memanfaatkan fasilitas rumah
susun dan layanan terintegrasi di lingkungan Sentra Terpadu Pangudi Luhur.
Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan layanan Rumah Susun di Sentra
Terpadu Pangudi Luhur menerapkan tiga jenis layanan, yaitu pemenuhan kebutuhan
dasar, pelatihan vokasional, dan pemberdayaan ekonomi. Di antara ketiga jenis
layanan tersebut, pemenuhan kebutuhan dasar menjadi layanan yang paling
banyak dirasakan penghuni, karena dapat diakses secara merata oleh seluruh
penghuni dan dapat langsung dirasakan jika sudah resmi menjadi penghuni rumah
susun. Pelatihan vokasional dan pemberdayaan ekonomi bersifat layanan lanjutan
yang menyesuaikan kondisi, kebutuhan, serta kesiapan penghuni. Berdasarkan
pengalaman penghuni, ketiga jenis layanan tersebut memberikan rasa
aman dan nyaman selama tinggal di rumah
susun, sekaligus mendukung pengembangan kemampuan dan kehidupan penghuni sesuai
dengan kondisi masing-masing. Bagi penyandang disabilitas,
keberadaan layanan dan fasilitas yang tersedia turut memudahkan mereka dalam
memperoleh dukungan yang sesuai dengan kebutuhannya. Meskipun terdapat
keterbatasan pada beberapa fasilitas, penghuni tetap menyampaikan rasa syukur
atas fasilitas dan layanan lainnya. Keterbatasan tersebut juga tidak
membuat mereka meninggalkan rumah susun, karena mereka masih merasakan manfaat
lainnya.
The growing demand for housing
among low-income communities in urban areas has become a major challenge,
driven by limited land availability and continuously rising property prices.
Most public housing developments for low-income communities are typically
constructed outside institutional settings and are rarely integrated with
social rehabilitation services. In this context, the public housing at the
Sentra Terpadu Pangudi Luhur Integrated Center in Bekasi City presents a
distinctive case, as it is located within an institutional environment that
provides various social services, enabling residents to directly access
rehabilitation and empowerment facilities. This study aims to describe the
range of services available within the public housing that support residents’
well-being and quality of life, as well as to explore residents’ experiences in
accessing and utilizing these services. The study is significant as it offers
insights into how public housing integrated with social services can contribute
to residents’ welfare, life stability, and capacity development.
This research employs a
descriptive qualitative approach using a case study design. Data were collected
through desk study, observation, interviews, and documentation. Informants were
selected purposively and consisted of four public housing managers, one staff
member of the Integrated Center, and eighteen public housing residents. Abraham
Maslow’s hierarchy of needs theory is used to analyze the availability of
services and facilities within the public housing and the Integrated Center, as
well as residents’ responses to these services. In addition, Amartya Sen’s
capability and freedom framework is applied to assess the extent to which
residents are able to access and utilize available opportunities to improve
their lives during their stay. The integration of these methods and theoretical
perspectives enables a comprehensive analysis of residents’ engagement with
public housing facilities and integrated services.
The findings indicate that the apartment services
at the Pangudi Luhur Integrated Center encompass three categories : the
fulfillment of basic naeeds, vocational training, and economic empowerment.
Among these, the fulfillment of basic needs is the service most widely
experienced by residents, as it is accessible to everyone and provides
immediate benefitsupon official residency. Vocational training and economic
empowerment serve as follow up services tailored to the residents spesific
conditions, needs and readiness. Residents report that these three types of
services foster a sense of security and comfort while living in the apartments
and support the development of their sills and lives according to their
individual circumstances. For residents wth disabilities, the available
services and facilities facilitate access to support tailores to their specific
needs. Despite limitations regarding certain facilities, residents express
gratitude for other available amenities and services, these limitation have no
caused them to leave the aprtments, as they continue to derive significant benefits
from the housing and services provided.
Kata Kunci : Kata Kunci : Rumah Susun, Jenis Layanan Sosial, Integrasi Layanan Sosial, Masyarakat Berpenghasilan Rendah / Keywords: Public Housing, Service Social Type, Social Service Integration, Service Impacts, Low-Income Communities