Analisa Faktor BBS Dan Pengembangan Panduan Unsafe Action DI PT.XYZ Kota Batam
Aria Regalty, Dr. Sumaryono, M.Si., Psikolog
2027 | Tesis | MAGISTER TERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Salah satu
industri dengan tingkat risiko kecelakaan kerja tertinggi di dunia adalah sektor
minyak dan gas. Industri memerlukan perhatian khusus pada keselamatan dan
kesehatan kerja (K3) karena banyak aktivitas yang dilakukan di dalamnya,
seperti pengelasan, pengangkatan beban berat, pekerjaan di ketinggian, dan
paparan terhadap bahan berbahaya. Pendekatan Keselamatan Berbasis Perilaku
(BBS) digunakan untuk mengenali mengendalikan unsafe action melalui intervensi
yang berfokus pada aspek perilaku. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mempelajari faktor-faktor yang memengaruhi tindakan yang tidak aman di PT XYZ
di Kota Batam, serta untuk membuat pedoman untuk mencegahnya. Metode campuran (mixed
method) dengan desain cross-sectional digunakan dalam penelitian
ini. Metode sampel total digunakan untuk memilih 46 karyawan. Setelah data
dikumpulkan melalui lembar observasi dan kuesioner berskala Likert, analisis
multivariat, bivariat, dan univariat dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square.
Sementara variabel terikat adalah tindakan tidak aman (Y), faktor predisposing
(X1), pengaktifan (X2), dan penguatan (X3). Hasil analisis bivariat menunjukkan
bahwa ketiga faktor ini berhubungan signifikan dengan tindakan tidak aman (p =
0,039). Hasil analisis multivariat dengan regresi linear berganda
menghasilkan persamaan regresi Y= 7,891 + 0,190 X1 – 0,190 X2 – 0,239X3,
di mana secara parsial (uji t) variabel predisposing (p = 0,702), enabling (p =
0,732), dan reinforcing (p = 0,344) tidak menunjukkan pengaruh signifikan
secara individu (p > 0,05). seluruhnya dengan nilai signifikansi di atas
0,05. Temuan ini mengindikasikan bahwa model regresi linear berganda pada
penelitian ini belum mampu menjelaskan secara parsial pengaruh masing-masing
faktor BBS terhadap unsafe action pekerja di PT XYZ Kota Batam.
The oil and gas production industry is one of the sectors with the highest
rates of workplace accidents globally. This industry requires special attention
to Occupational Health and Safety (OHS) due to the nature of its operations,
which involve activities such as welding, heavy load handling, working at
heights, and exposure to hazardous materials. A Behavior-Based Safety (BBS)
approach is to identify and control unsafe action through interventions focused
on behavioral aspects. This study aimed to examine the factors influencing
unsafe acts at PT XYZ in Batam City and to develop guidelines to prevent unsafe
action. A mixed-methods approach with a cross-sectional design was utilized. A
total sampling method was used to select 46 employees. Following data
collection via observation sheets and Likert-scale questionnaires, univariate,
bivariate, and multivariate analyses were conducted, including Chi-Square
testing. The variables analyzed were unsafe acts (Y) as the dependent variable,
and predisposing factors (X1), enabling factors (X2), and reinforcing factors
(X3) as independent variables. Bivariate analysis revealed a significant
association between these three factors and unsafe acts (p = 0.039).
Multivariate analysis using multiple linear regression yielded the equation Y =
7.891 + 0.190 X1 – 0.190 X2 – 0.239 X3; however, partial analysis (t-test)
showed that predisposing factors (p = 0.702), enabling factors (p = 0.732), and
reinforcing factors (p = 0.344) did not exert a significant individual
influence (p > 0.05). These findings indicate that the multiple linear
regression model used in this study was unable to explain the individual
influence did not contribute unsafe action in PT XYZ, Batam City
Kata Kunci : Behavior Based Safety, unsafe action, reinforcing factor, near miss, keselamatan kerja, oil and gas