Laporkan Masalah

Penerapan pajak penghasilan pada transaksi E-Commerce di Yogyakarta

MAHU, Nur Aini, Dr. Hj. Siti Ismijati Jenie, SH.,CN

2005 | Tesis | S2 Ilmu Hukum (Magister Kenotariatan)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis penghasilan yang timbul dari transaksi e-commerce yang dapat dijadikan objek pajak dan dapat tidaknya penerapan konsep BUT (Bentuk Usaha Tetap) pada server terhadap transaksi e-commerce di Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian Yuridis Normatif, yaitu meneliti bahan perundang-undangan sebagai bahan primer serta bahan pustaka sebagai data sekunder. Data sekunder tersebut didukung dengan penelitian lapangan yang menggunakan pedoman wawancara terstruktur. Hasil penelitian kemudian dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Setelah dilakukan penelitian dan pembahasan kesimpulannya adalah Penerapan Pajak Penghasilan Pada Transaksi E-commerce di Yogyakarta adalah; 1) Jenis-jenis penghasilan yang timbul dari transaksi e-commerce yang dapat dijadikan objek pajak apabila dikaitkan dengan 15 jenis transaksi yang telah disepakati secara internasional maka dapat digolongkan menjadi dua yaitu Penghasilan dari Usaha dan Royalti, 2) Server dapat dikategorikan sebagai BUT (Bentuk Usaha Tetap) apabila suatu perusahaan luar negeri menempatkan server sekaligus juga website-nya di Internet Service Provider yang ada di Indonesia dalam hal ini Yogyakarta, maka dapat dikategorikan sebagai BUT (Bentuk Usaha Tetap) dari perusahaan luar negeri tersebut karena merupakan dependent agent, sedangkan apabila perusahaan luar negeri tersebut hanya menempatkan servernya saja di Internet Service Provider di Yogyakarta maka tidak dapat dikategorikan sebagai BUT (Bentuk Usaha Tetap) dari perusahaan luar negeri tersebut karena merupakan independent agent.

This research aims to study the kinds of income resulting from ecommerce transaction that can be turned into objects subjecting to tax, and to investigate whether or not the PE (Permanent Establishment) concept of server can be applied to e-commerce transaction in Yogyakarta. The research is a juridical, normative research that examines legislation material as primary material and literatures as secondary material. These secondary data are supported with field research using structured interview guideline. The research results are analysed using a descriptive, qualitative method. On income taxation for E-commerce transaction in Yogyakarta the research concludes that: 1) types of income generated from e-commerce transaction that is subject to tax when connected to 15 types of transaction that have been internationally agreed fall into two categories: Income from Business activity and from Royalty; 2) Server can be classified as a PE (Permanent Establishment) when a foreign company appoints its server as well as its website in the Internet Service Provider in Indonesia, and in this case Yogyakarta; then the server is regarded as a permanent establishment of its foreign company, as it is a dependent agent. However, when a foreign company places only its server in the Internet Service Provider in Yogyakarta, this server is not considered as a PE (Permanent Establishment )of its foreign company because it is an independent agent.

Kata Kunci : Hukum Perpajakan,PPH,E_commerce, Income Tax, E-Commerce, Server, Permanent Establishment


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.