Analisis Komparatif Mainatinability dan Performa Antar Framework Flutter dan Ionic (Studi Kasus: Aplikasi E-Commerce Material Bangunan PT Lima Cahaya Kotim)
Ghifari Raya Ammarkahfi, Cross-Platform, Flutter, Ionic Framework, App Performance, Maintainability
2026 | Tugas Akhir | D4 Teknologi Perangkat Lunak
Pengembangan
aplikasi mobile dengan pendekatan cross-platform semakin banyak
digunakan untuk mengatasi kebutuhan efisiensi waktu dan biaya dibandingkan
pengembangan native. Namun, pemilihan framework cross-platform
dalam praktiknya masih sering dilakukan tanpa kajian ilmiah yang memadai,
seperti yang ditemukan pada proses pengembangan aplikasi e-commerce
material bangunan bernama Borneo Link di PT Lima Cahaya Kotim. Penelitian ini
menganalisis dan membandingkan performa serta maintainability antara
Flutter dan Ionic menggunakan studi kasus aplikasi dengan fungsionalitas yang
setara pada kedua platform. Pengujian performa dilakukan pada dua perangkat
fisik untuk masing-masing platform Android dan iOS, dengan mengukur cold start
time, RAM, CPU, baterai, dan ukuran file aplikasi. Sedangkan pengujian
maintainability mengacu pada standar ISO/IEC 25010 melalui lima metrik menggunakan
alat SonarQube serta static analysis tool berbasis skrip. Hasil
penelitian menunjukkan Flutter unggul konsisten pada cold start time dan
seluruh metrik maintainability, sementara Ionic konsisten unggul pada
ukuran aplikasi. Sedangkan hasil pengujian metrik RAM, CPU dan baterai tidak
terdapat pola yang konsisten antar masing-masing platform Android dan iOS.
Sehingga Kesimpulan yang di dapat adalah bahwa tidak ada framework yang
unggul secara mutlak, harus disesuaikan lagi sesuai dengan kebutuhan teknis dan
bisnis yang ingin dicapai.
Cross-platform
mobile application development is increasingly adopted to address the need for
time and cost efficiency compared to native development. However, in practice,
the selection of a cross-platform framework is often made without adequate
scientific analysis. A situation observed during the development of
"Borneo Link," a building material e-commerce application at PT Lima
Cahaya Kotim. This study analyzes and compares the performance and
maintainability of Flutter and Ionic by using applications with equivalent
functionality on both platforms. Performance testing was conducted on physical
devices running Android and iOS, measuring cold start time, RAM usage, CPU
usage, battery consumption, and application file size. Maintainability was
assessed based on the ISO/IEC 25010 standard using five metrics evaluated via
SonarQube and script-based static analysis tools. The results indicate that
Flutter consistently outperforms Ionic in cold start time and all
maintainability metrics, whereas Ionic consistently excels in terms of
application size. Regarding RAM, CPU, and battery metrics, no consistent
pattern emerged across the Android and iOS platforms. Consequently, the study
concludes that no single framework is absolutely superior; the choice must be
tailored to specific technical and business requirements.
Kata Kunci : Cross-Platform, Flutter, Ionic Framework, Performa Aplikasi, Maintainability