Hematokrit sebagai factor Prognosis Mortalitas Perinatal pada Pasien Preeklamsia/Eklamsia di RSUP DR Sardjito Yogyakarta Tahun 2005
Huthia Andriyana , Prof.dr. H.M. Sulchan S, PhD, SpOG.; dr. H. Risanto S, SpOG
2007 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERLatar belakang: Preeklamsia merupakan salah satu penyebab kematian perinatal yang tinggi. Untuk menurunkannya perlu diketahui faktor-faktor prognosis untuk terjadinya kematian perinatal. Salah satunya adalah kadar hematokrit yang tinggi yang berhubungan dengan hemokonsentrasi yang menyebabkan hipoperfusi uteroplasenta dan dapat menyebabkan kematian perinatal. Tujuan: Menentukan berapa batas nilai kadar hematokrit untuk terjadinya kematian perinatal pada preeklamsia/eklamsia. Rancangan penelitian: Kajian kohort retrospektif. Tempat dan waktu penelitian: RSUP Dr Sardjito periode 1 Januari-31 Desember 2005. Bahan dan cara: 64 kasus preeklamsia/eklamsia yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi diikuti secara retrospektif. Ditentukan batas nilai ambang kadar hematokrit untuk kematian perinatal. Subyek penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok dengan kadar hematokrit diatas dan dibawah nilai ambang. Dilakukan analisis bivariat dan multivariat. Hasil: Jumlah kasus yang didapat 64 kasus yang terdiri dari 23 kasus (35,9%) preeklamsia ringan, 27 kasus (42,2%) preeklamsia berat dan 14 kasus (21,9%) eklamsia. Kematian perinatal berjumlah 13 kasus. Kadar hematokrit 39% merupakan batas nilai ambang untuk kematian perinatal. Faktor lain yang secara bermakna meningkatkan kematian perinatal adalah berat bayi lahir <2500 g dan usia kehamilan < 37 minggu. preeklamsia/eklamsia sebesar 39%. menaikkan Kesimpulan: Nilai ambang kadar hematokrit kematian perinatal pada Secara bivariat kadar hematokrit 239% risiko kematian perinatal sebesar 8,4% yang secara klinis bermakna tetapi secara statistik tidak berfungsi sebagai faktor prognosis. Faktor utama yang menentukan kematian perinatal adalah berat lahir bayi.
-
Kata Kunci : hematokrit, mortalitas perinatal. preeklamsia/eklampsia, mortalitas perinatal