Pengaruh Naungan dan Mulsa Organik Terhadap Pertumbuhan Semai Kopi Robusta Sampai Umur 9 Bulan di Bawah Tegakan Meranti di Cangkringan Sleman
Fitriana Dwi Rahayu, Ir. Adriana, M.P. ; M. Gunawan Wibisono, S.Hut., M.Hum., M.Sc.
2026 | Skripsi | KEHUTANAN
Pemanfaatan
ruang tumbuh di bawah tegakan yang optimal penting dilakukan untuk meningkatkan
produktivitas lahan. Namun, informasi mengenai bagaimana naungan dan mulsa
sekam padi mempengaruhi pertumbuhan kopi robusta di bawah tegakan meranti (Shorea
selanica) masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
naungan, mulsa sekam padi, dan interaksinya terhadap pertumbuhan tanaman kopi
robusta umur sembilan bulan di bawah tegakan S. selanica.
Desain
penelitian yang digunakan adalah petak terbagi, dengan kondisi penaungan (area
terbuka (T) dan naungan di bawah pohon (N)) sebagai petak utama, pemulsaan
sekam padi (tanpa mulsa (M0) dan dengan mulsa (M1)) sebagai anak petak. Setiap
perlakuan diulang enam kali, dengan empat tanaman per plot, sehingga jumlah total
sebanyak 96 tanaman kopi. Variabel yang diukur adalah tinggi tanaman, diameter
batang, lebar tajuk, jumlah daun, dan lebar daun.
Perlakuan
naungan secara signifikan memengaruhi semua variabel yang diukur kecuali lebar
tajuk. Tanaman kopi yang ditanam di bawah naungan umumnya menunjukkan
pertumbuhan yang lebih baik daripada yang ditanam di area terbuka. Mulsa sekam
padi tidak memiliki efek signifikan pada variabel yang diukur, namun demikian
tanaman yang dimulsa cenderung memiliki nilai pertumbuhan yang lebih tinggi
dibandingkan tanaman yang tidak diberi mulsa. Terdapat interaksi signifikan
antara naungan dan mulsa sekam padi pada tinggi tanaman dan lebar tajuk. Temuan
ini menunjukkan bahwa naungan di bawah tegakan S. selanica meningkatkan pertumbuhan
vegetatif awal kopi robusta, sedangkan manfaat mulsa sekam padi relatif bergantung
pada kondisi naungan yang ada.
Optimal use of the
growing space beneath forest stands is important for increasing land
productivity. However, information remains limited on how shade and organic
rice-husk mulch affect the growth of Coffea canephora under Shorea
selanica stands. This study evaluated the of shade and rice-husk
mulch and both interaction on the growth of nine-month-old robusta coffee
plants under S. selanica stands.
A split-plot design
was used, with shade conditions (an open area (T) and shade beneath the stand
(N)) assigned to the main plots, and rice-husk mulch (without mulch (M0) and
with mulch (M1)) assigned to the subplots. Each treatment was replicated six
times, with four plants per experimental unit, resulting in 96 coffee plants.
The measured variables were plant height, stem diameter, crown width, number of
leaves, and leaf width.
Shading significantly
affected all measured variables except for crown width. Coffee plants grown
under shade generally showed greater growth than those grown in the open area.
Rice-husk mulch had no significant effect on any measured variable, although
mulched plants tended to have higher growth values than without mulched plants.
A significant interaction between shade and rice-husk mulch was observed for
plant height and crown width. These findings indicate that shade beneath S.
selanica stands promotes the early vegetative growth of robusta
coffee, whereas the benefits of rice-husk mulch may depend on the prevailing
shade conditions.
Kata Kunci : Kopi robusta, penaung, mulsa sekam padi, pertumbuhan, tegakan meranti