Model spasial untuk potensi tingkat kerawanan pangan Studi Kasus di Kabupaten Kulon Progo
Akhmad Misbakhul Munir, Drs. Retnadi Heru Jatmiko, M.Sc.
2006 | Tugas Akhir | D3 PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI SVPermasalahan pangan memerlukan perhatian yang sangat besar karena terkait dengan pemenuhan kebutuhan dan hak asasi bagi setiap warga negara secara cukup, baik dalam jumlah maupun mutunya. Hal ini tidak hanya tergantung pada persediaan pangan secara umum tetapi juga terkait dengan distribusi pangan agar dapat dinikmati secara merata oleh masyarakat. Pemerintah sebagai pihak yang menentukan kebijaksanaan memerlukan data dan informasi yang akurat sehingga tujuan pemerataan distribusi pangan dapat dilaksanakan dengan baik. Penelitian ini berjudul Model Spasial untuk Potensi Tingkat Kerawanan Pangan, studi kasus di Kabupaten Kulon Progo. Penelitian ini menggunakan Sistem Informasi Geografi (SIG) sebagai alat bantu untuk menghasilkan data dan informasi tersebut, sehingga dapat dijadikan sebagai masukan bagi Pemerintah agar dapat membuat keputusan mengenai permasalahan pangan ini sesuai dengan gambaran keadaan kerawanan pangan agar segenap masyarakat dapat terpenuhi kebutuhan pangannya. Pendekatan SIG yang dilakukan untuk tujuan ini adalah dengan menggunakan faktor-faktor yang berpengaruh yaitu faktor persediaan pangan terkait dengan kemampuan produksi pangan, keseimbangan produksi dan konsumsi pangan, kemampuan daya beli masyarakat terhadap pangan, dan distribusi pangan, serta faktor fisik lahan. Pendekatan berjenjang (skoring) dilakukan terhadap parameter-parameter berpengaruh yaitu faktor potensi lahan (Indeks Potensi Lahan IPL), tingkat produksi rata-rata beras (padi), keseimbangan produksi-konsumsi, persentase orang miskin (tingkat kesejahteraan keluarga Pra-Sejahtera), persentase perempuan buta huruf, dan persentase sawah. Potensi tingkat kerawanan pangan dihasilkan dari penjumlahan skor tiap parameter berpengaruh tersebut dan dibedakan menjadi 3 kelas potensi tingkat kerawanan pangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 2 kecamatan yang tergolong pada kelas potensi tingkat kerawanan pangan tinggi yaitu Girimulyo, dan Kokap, 2 kecamatan yang tergolong pada kelas potensi tingkat kerawanan pangan rendah yaitu Galur, dan Temon, sedangkan 8 kecamatan lainnya tergolong pada kelas potensi tingkat kerawanan pangan sedang yaitu Wates, Panjatan, Lendah, Sentolo, Pengasih, Nanggulan, Samigaluh, dan Kalibawang.
-
Kata Kunci : Model spasial,kerawanan pangan,Kulonprogo