Women as First Successors in Indonesian Family Businesses: A Two-Case Qualitative Study in Minangkabau and Javanese Cultural Contexts
Khelvano Rolanda, Rocky Adiguna, S.E., M.Sc., Ph.D
2026 | Tesis | S2 Manajemen
Penelitian ini mengkaji perempuan sebagai penerus generasi pertama dalam bisnis keluarga di Indonesia melalui studi kualitatif dua kasus dalam konteks budaya Minangkabau dan Jawa. Penelitian ini berfokus pada bagaimana perempuan diposisikan dan memperoleh legitimasi sebagai penerus, bagaimana kesiapan penerus dikembangkan, serta bagaimana konteks budaya memengaruhi transisi kepemimpinan dalam bisnis keluarga. Penelitian dilakukan pada dua bisnis SPBU milik keluarga di Sumatera Barat dengan melibatkan tujuh informan yang terdiri dari penerus perempuan, pendiri atau orang tua, dan karyawan. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis tematik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi perempuan sebagai penerus generasi pertama tidak terbentuk melalui perencanaan suksesi formal maupun penunjukan secara langsung, melainkan berkembang secara bertahap melalui keterlibatan berkelanjutan dalam kegiatan operasional sehari-hari, kepercayaan keluarga, dan peningkatan tanggung jawab. Kesiapan penerus terutama terbentuk melalui pembelajaran berdasarkan pengalaman, pendampingan, dan keterlibatan langsung dalam aktivitas bisnis, bukan melalui pelatihan yang terstruktur. Legitimasi kepemimpinan juga dibangun secara bertahap ketika para penerus menunjukkan kompetensi, konsistensi, serta kemampuan dalam mengelola karyawan dan operasional bisnis. Konteks budaya memengaruhi bagaimana suksesi dipahami dan dinegosiasikan, tetapi tidak secara langsung menentukan hasil suksesi. Dalam kasus Minangkabau, konteks matrilineal memberikan dukungan simbolis terhadap peran perempuan dalam keberlanjutan keluarga, sedangkan dalam kasus Jawa, hierarki keluarga dan penghormatan terhadap anggota keluarga yang lebih senior membentuk proses transisi. Namun, pada kedua kasus, keterlibatan praktis, kesiapan, dan kemampuan yang ditunjukkan oleh penerus lebih menentukan dalam memperoleh penerimaan sebagai pemimpin. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih kontekstual mengenai suksesi perempuan dalam bisnis keluarga di Indonesia serta menekankan pentingnya persiapan secara bertahap, kepercayaan, dan dukungan keluarga dalam menjaga keberlanjutan bisnis antargenerasi.
This study examines women as first successors in Indonesian family businesses through a two-case qualitative study in Minangkabau and Javanese cultural contexts. The research focuses on how women are positioned and legitimized as successors, how successor readiness is developed, and how cultural context influences leadership transition in family businesses. The study was conducted in two family-owned gas station businesses in West Sumatra, involving seven informants consisting of female successors, founders or parents, and employees. Data were collected through semi-structured interviews and analyzed using thematic analysis.
The findings show that women’s position as first successors was not formed through formal succession planning or direct appointment, but developed gradually through continuous involvement in daily operations, family trust, and increasing responsibility. Successor readiness was mainly shaped through experiential learning, mentoring, and direct exposure to business activities rather than structured training. Leadership legitimacy was also built progressively as the successors demonstrated competence, consistency, and the ability to manage employees and business operations. Cultural context influenced the way succession was understood and negotiated, but it did not directly determine the succession outcome. In the Minangkabau case, the matrilineal context provided symbolic support for women’s role in family continuity, while in the Javanese case, family hierarchy and respect for senior family members shaped the transition process. However, in both cases, practical involvement, readiness, and demonstrated capability were more decisive in gaining leadership acceptance. This study contributes to a more context-sensitive understanding of women’s succession in Indonesian family businesses and highlights the importance of gradual preparation, trust, and family support in sustaining intergenerational business continuity.
Kata Kunci : Women Successors, Family Business, Succession Planning, Leadership Legitimacy, Successor Readiness, Minangkabau Culture, Javanese Culture.