Laporkan Masalah

Konsep Ketuhanan dalam Kitab Fihi Ma Fihi Tinjauan Filsafat Perennial

Rifdah Nur Lailaa, Drs. Farid, S.Ag., M. Hum.; Dr. Drs. Mustofa Anshori L. M. Hum.

2026 | Skripsi | ILMU FILSAFAT

Persoalan pluralitas agama yang kerap memunculkan klaim kebenaran eksklusif, memunculkan perlunya suatu pendekatan filosofis yang mampu menyingkap dimensi universal dan transenden dalam agama-agama. Dalam penelitian ini, Filsafat Perennial digunakan sebagai objek formal untuk menganalisis objek material berupa kitab Fihi Ma Fihi, khususnya dalam kaitannya dengan konsep kebenaran universal, realitas ultim, distingsi eksoterik-esoterik, dan pluralisme spiritual.
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan model sistematis reflektif menggunakan metode hermeneutika historis-faktual. Unsur metodis yang digunakan meliputi deskripsi, interpretasi, kesinambungan historis, holistika, dan refleksi. Sumber primer penelitian ini adalah Fihi Ma Fihi karya Jalaluddin Rumi, dengan didukung sumber-sumber sekunder yang relevan mengenai pemikiran perennialisme dan sufisme Rumi.
Hasil penelitian pada beberapa pasal dalam Fihi Ma Fihi, yakni pasal: 2, 3, 5, 6, 7, 8, 9, 11, 21, 23, 26, 29, 38, 44, 56, dan 60 menunjukkan bahwa konsep ketuhanan dalam Fihi Ma Fihi merepresentasikan pandangan metafisis tentang Tuhan sebagai Realitas Ultim yang tunggal, transenden, tetapi juga imanen dalam pengalaman spiritual manusia. Konsep tersebut termanifestai dalam ajaran tauhid, cinta Ilahi, simbolisme naratif, kritik terhadap formalisme agama, dan pandangan inklusif Rumi terhadap agama lain. Melalui tinjauan Filsafat Perennial, ditemukan bahwa pemikiran Rumi mengandung tema-tema pokok perennialisme, yaitu kebenaran universal sebagai inti terdalam agama, pemahaman esoterik atas simbol dan ritus keagamaan, serta pengakuan terhadap pluralitas agama sebagai ekspresi dari satu realitas ilahiah yang sama. Konsep ketuhanan dalam Fihi Ma Fihi tidak hanya bersifat sufistik, tetapi juga mengandung gagasam-gagasan yang dapat memperkaya pengembangan dialog antaragama dan sikap spiritual yang inklusif.

Kata kunci: Konsep Ketuhanan, Fihi Ma Fihi, Jalaluddin Rumi, Filsafat Perennial, Pluralisme Spiritual.

The issue of religious plurality, which often gives rise to exclusive truth claims, necessitates a philosophical approach capable of revealing the universal and transcendent dimensions of religions. This study employs Perennial Philosophy as the formal object to analyze the material object, namely Fihi Ma Fihi, with particular attention to the concepts of universal truth, ultimate reality, the exoteric–esoteric distinction, and spiritual pluralism.

This research constitutes a library-based study using a systematic-reflective model and a historical-factual hermeneutic method. The methodological components include description, interpretation, historical continuity, holism, and reflection. The primary source of this research is Fihi Ma Fihi by Jalaluddin Rumi, supported by relevant secondary sources on perennial philosophy and Rumi’s Sufism.

The findings, based on selected sections of Fihi Ma Fihi (sections 2, 3, 5, 6, 7, 8, 9, 11, 21, 23, 26, 29, 38, 44, 56, and 60), indicate that the concept of divinity presented in the text reflects a metaphysical understanding of God as the singular Ultimate Reality, transcendent yet immanent within human spiritual experience. This concept is expressed through the teachings of divine unity (taw??d), divine love, symbolic narratives, critiques of religious formalism, and Rumi’s inclusive view of other religions. From the perspective of Perennial Philosophy, Rumi’s thought embodies key perennial themes: universal truth as the inner essence of religion, an esoteric understanding of religious symbols and rituals, and the recognition of religious plurality as expressions of a single divine reality. Thus, the concept of divinity in Fihi Ma Fihi is not only sufistic but also philosophical, offering significant relevance for the development of interreligious dialogue and inclusive spiritual understanding.

Keywords: Concept of Divinity; Fihi Ma Fihi; Jalaluddin Rumi; Perennial Philosophy; Spiritual Pluralism. 

Kata Kunci : Konsep Ketuhanan, Fihi Ma Fihi, Jalaluddin Rumi, Filsafat Perennial, Pluralisme Spiritual

  1. S1-2026-477297-abstract.pdf  
  2. S1-2026-477297-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-477297-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-477297-title.pdf